Agibot Berencana Mencengkram Pangsa Pasar Robot Humanoid Global, Berancang-Ancang Ekspansi ke Asia-Pasifik di 2026

Perusahaan robotika asal Tiongkok resmi masuk ke Malaysia dan akan segera masuk ke negara Asia-Pasifik lainnya dan ingin pimpin pasar robot humanoid global. (dok Agibot)
Perusahaan robotika asal Tiongkok resmi masuk ke Malaysia dan akan segera masuk ke negara Asia-Pasifik lainnya dan ingin pimpin pasar robot humanoid global. (dok Agibot)

Perusahaan robotika yang berfokus pada embodied intelligence, Agibot mengumumkan dimulainya serangkaian inisiatif strategis di kawasan Asia-Pasifik selama tahun 2026, yang diawali dengan peluncuran perdana di Malaysia. Masuknya Agibot ke Malaysia menegaskan komitmen jangka panjang Agibot asal China dalam membangun kemitraan di Malaysia dan kawasan sekitarnya.

Agibot didirikan sejak tahun 2023 dengan ambisi yang jelas sebagaimana tercermin dalam namanya, yakni membangun robot untuk era Artificial General Intelligence (AGI). Alih-alih mengembangkan mesin dengan fungsi tunggal, Agibot berfokus pada pengembangan robot dengan kecerdasan terintegrasi yang mampu belajar, beradaptasi, dan berevolusi di dunia nyata.

Selama tahun 2025, Agibot mencatat sejumlah tonggak pencapaian penting yang menegaskan posisinya sebagai pemimpin di bidang robot humanoid dan embodied intelligence. Salah satu pencapaian tersebut adalah peluncuran unit humanoid ke-5.168 yang diproduksi secara massal.

Jumlah produksi ini mencerminkan kemampuan manufaktur berstandar industri serta kesiapan komersial dalam skala besar. Selain itu, Agibot juga mendorong kemajuan embodied AI melalui penerapan reinforcement learning di dunia nyata, sehingga robot dapat dilatih dan langsung dioperasikan di lingkungan produksi fisik.

Pencapaian tersebut mengantarkan Agibot menduduki peringkat pertama secara global versi Omdia. Dalam laporan General-Purpose Embodied Intelligence Robot 2026 yang dirilis Omdia, Agibot tercatat sebagai pemimpin pengiriman dan pangsa pasar global robot humanoid, dengan pengiriman lebih dari 5.100 unit dan penguasaan 39 persen pangsa pasar dunia.

Pendiri dan CEO Agibot, Deng Taihua, mengatakan perusahaannya mencatat kemajuan signifikan dalam meningkatkan produksi massal dan penerapan praktis embodied robotics sepanjang tahun lalu. Hal ini ditandai dengan pencapaian produksi robot humanoid massal ke-5.000 pada akhir tahun.

“Tonggak ini dan pencapaian lainnya itu menempatkan Agibot pada posisi yang sangat kuat untuk memasuki tahun 2026,” jelasnya pada siaran pers yang dikutip SWA.co.id di Rabu (14/1/2026).

Deng menyampaikan peluncuran Agibot di Malaysia mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan produksi massal serta penerapan praktis robotika berwujud bagi pelanggan di kawasan tersebut. Peluncuran ini sekaligus menandai grand opening AI World Experience Centre di i-City, yang dibangun melalui kemitraan dengan I-Berhad, perusahaan investasi dan pengembang properti di Malaysia sekaligus pengembang utama i-City.

Sebagai bagian dari aliansi strategis ini, teknologi robotika dan embodied AI milik Agibot diterapkan di berbagai sektor, mulai dari properti, perhotelan, pariwisata, hingga kehidupan perkotaan sehari-hari di i-City, yang dikenal sebagai kota digital terdepan di Malaysia.

Kolaborasi ini juga menempatkan fokus kuat pada kesehatan manusia, kesejahteraan, dan umur panjang. Dalam konteks ini, AI dan robotika tidak hanya dimanfaatkan untuk produktivitas dan otomasi, tetapi juga untuk optimalisasi kesehatan serta kualitas hidup. AI World menjadi tahap awal dari kemitraan jangka panjang yang lebih luas antara Agibot dan I-Berhad.

“Pembangunan dan peluncuran AI dan Robotics Experience Centre pertama di Malaysia menandai selesainya fase awal kemitraan kami dengan i-City, dengan rencana pengembangan lanjutan di tahun-tahun mendatang. Peluncuran ini juga menjadi yang pertama dari sejumlah inisiatif strategis yang akan kami luncurkan di kawasan Asia-Pasifik sepanjang 2026 dan seterusnya,” ujar Abel Deng, President Asia-Pacific & Middle East Region Agibot.(*)

# Tag