Sisa Dana IPO Superbank (SUPA) Rp1,44 T Ditempatkan di FASBI BI, Capex Rp819,2 M Belum Direalisasi

Sisa Dana IPO Superbank (SUPA) Rp1,44 T Ditempatkan di FASBI BI, Capex Rp819,2 M Belum Direalisasi
Ilustrasi logo dan kantor pusat Superbank atau PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) di SCBD, Jakarta pada 16 Desember 2025. Foto: Nadia K. Putri/SWA

Emiten perbankan terafiliasi Grab dan Emtek (EMTK), PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank (SUPA), melaporkan sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp1,44 triliun per 31 Desember 2025. Sisa dana tersebut ditempatkan pada Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI) dalam bentuk fasilitas deposito.

Mengacu pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/1/2026), Direktur Keuangan Superbank Melisa Hendrawati menjelaskan, penempatan dana di FASBI dilakukan dengan tingkat bunga 3,75% dan tenor overnight. Adapun pihak terkait dalam penempatan dana tersebut adalah Bank Indonesia selaku bank sentral.

Dari sisi realisasi penggunaan dana, SUPA baru merealisasikan Rp1,29 triliun untuk modal kerja berupa penyaluran kredit. Sementara itu, dana Rp819.229.337.318 yang sebelumnya dialokasikan untuk belanja modal (capex) belum digunakan. Perseroan juga pada awalnya menganggarkan Rp1,91 triliun untuk modal kerja penyaluran kredit, sehingga masih terdapat porsi modal kerja yang belum terealisasi.

Dengan demikian, sisa dana IPO yang belum digunakan mencapai sekitar Rp1,44 triliun. Angka ini sejalan dengan perhitungan sederhana: sisa alokasi modal kerja (Rp1,91 triliun dikurangi realisasi Rp1,29 triliun) sekitar Rp620 miliar, ditambah capex yang belum direalisasi Rp819,23 miliar, totalnya sekitar Rp1,44 triliun.

Saat IPO, SUPA menghimpun dana Rp2,79 triliun. Setelah dikurangi biaya penawaran umum, perseroan membukukan hasil bersih sebesar Rp2,73 triliun. Dana bersih ini menjadi dasar rencana penggunaan dana yang totalnya juga Rp2,73 triliun.

Dalam aksi korporasi tersebut, SUPA menawarkan 4.406.612.300 saham atau 44.066.123 lot, setara 13% dari total saham setelah IPO. Perseroan menunjuk Mandiri Sekuritas sebagai partisipan administrasi, sekaligus menggandeng sejumlah penjamin emisi efek, yakni Mandiri Sekuritas, Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), Sucor Sekuritas, Bahana Sekuritas, Korea Investment and Sekuritas Indonesia, serta CLSA Sekuritas Indonesia.

Di pasar sekunder, saham SUPA (16/1/2026) ditutup pada level Rp1.130 pada perdagangan kemarin, menguat 70 poin atau 6,60% berdasarkan data TradingView. Volume transaksi tercatat 268,24 juta saham, sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp35,57 triliun. (*)

# Tag