Infografik SWA: Portofolio Bank of Singapore di 9 Saham Ini
Berdasarkan dokumen Pelaporan Total Kepemilikan Investor di Atas 5% di Semua Sub Rekening Efek (SRE) yang tergabung dalam identitas tunggal investor atau Single Investor Identification (SID), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat bahwa Bank of Singapore memiliki portofolio di AMAR, BAYU, BBLD, DMMX, MCAS, MREI, NFCX, PTSP, TFAS, dan YULE.
Melansir dari laporan yang diterbitkan KSEI di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Januari 2025, kepemilikan saham Bank of Singapore lebih dari 5% di 10 emiten tersebut mengalami dinamika perubahan. Namun dari sebagian besar emiten tersebut, Bank of SIngapore masih mempertahankan kepemilikannya.
Pertama, Bank of Singapore menjadi pemegang saham di emiten keuangan, PT Bank Amar Indonesia Tbk atau Bank Amar (AMAR) tercatat sebanyak 1.086.653.690 saham atau porsinya 5,91% pada tanggal kepemilikan per 14 Januari 2026 dan 13 Januari 2026. Porsinya tetap dipertahankan.
Kedua, Bank of Singapore juga masih mempertahankan saham PT Bayu Buana Tbk (BAYU) sebanyak 23.447.900 saham atau porsinya 6,64% per 14 Januari 2026 dan 13 Januari 2026. Sampai saat ini, BAYU tercatat di sektor barang konsumen non-primer (siklikal).
Ketiga, Bank of Singapore juga masih mempertahankan saham di emiten keuangan, Buana Finance Tbk (BBLD) sebanyak 89.570.500 saham (5,44%) per 14 Januari 2026 dan 13 Januari 2026.
Keempat, Bank of Singapore juga mempertahankan sahamnya di emiten teknologi, PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) sebanyak 1.068.254.200 saham (13,89%) per 14 Januari 2026 dan 13 Januari 2026.
Kelima, Bank of Singapore masih mempertahankan investasinya di emiten teknologi lainnya, yaitu PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS). Pada 13 Januari dan 14 Januari 2026, porsi dan jumlah sahamnya dipertahankan sebanyak 83.070.600 saham (9,57%).
Keenam, terdapat perubahan kepemilikan Bank of Singapore di emiten keuangan, yaitu PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI). Pada 14 Januari 2026, bank asing tersebut menambah 32.994.255 saham (6,37%). Padahal sebelumnya, Bank of Singapore memiliki 32.944.255 (6,36%). Sehingga terjadi penambahan 50 saham.
Ketujuh, Bank of Singapore masih mempertahankan sahamnya di saham teknologi, yaitu PT NFC Indonesia Tbk (NFCX). Pada 14 Januari dan 13 Januari 2026, Bank of Singapore menguasai 40.290.920 saham (6,04%).
Kedelapan, Bank of Singapore masih mempertahankan saham di emiten barang konsumen non-primer, yaitu Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP). Pada 14 Januari dan 13 Januari 2026, bank asing tersebut menguasai 17.657.920 saham (8%).
Kesembilan, Bank of Singapore tetap mempertahankan saham di emiten teknologi yang ketiga, yaitu PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS). Pada 14 Januari dan 13 Januari 2026, Bank of Singapore memiliki saham TFAS sebanyak 124.523.900 saham (7,47%).
Kesepuluh, Bank of Singapore mempertahankan sahamnya di emiten keuangan, khususnya perusahaan sekuritas, yaitu Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE). Per 14 Januari dan 13 Januari 2026, Bank of Singapore menguasai 102.786.500 saham (5,76%).
Dapat disimpulkan, Bank of Singapore memiliki portofolio di Indonesia, dengan sektor keuangan dan teknologi. Selebihnya, bank asing tersebut memiliki portofolio di sektor barang konsumen non-primer (siklikal).
Berikut infografis komposisi portofolio Bank of Singapore, berdasarkan laporan KSEI per 14 Januari dan 13 Januari 2026.