JMAS Catat Laba Bersih Rp4 Miliar di 2025

JMAS Catat Laba Bersih Rp4 Miliar di 2025
Ilustasi asuransi. (Ist)

PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) mencatatkan pendapatan usaha Rp75,6 miliar per 31 Desember 2025 atau 4,8% dari Rp79,4 miliar pada 2024, berdasarkan laporan keuangan unaudited. Pendapatan usaha perseroan menjadi Rp1,97 miliar setalah dikurangi beban komisi, beban akuisisi, beban administrasi dan umum yang totalnya senilai Rp73,64 miliar. Meski demikian, pendapatan usaha JMAS menjadi Rp4,13 miliar setelah ditambahkan dengan pendapatan non usaha sebesar Rp1,263 miliar.JMAS mengantongi laba bersih Rp4,95 miliar atau melonjak 117% dari Rp2,28 miliar pada 2024.

Presiden Direktur JMAS, Basuki Agus, menuturkan JMAS pada portofolio investasi berhasil mencatat kinerja senilai Rp161,5 miliar, lebih tinggi dari 2024 sebesar Rp98,1 miliar. Kemudian, aset JMAS yang naik menjadi Rp391 miliar dari Rp306,1 miliar. Kemudian dana investasi peserta mencapai Rp6,3 miliar atau naik tipis dari Rp5,1 miliar pada 2024. Namun dana tabarru mengalami penurunan menjadi Rp50,6 miliar dari sebelumnya Rp52,9 miliar. Ini tercatat dalam laporan posisi keuangan unaudited.

Adapun pendapatan kontribusi JMAS juga naik menjadi Rp295,7 miliar dari sebelumnya Rp253,7 miliar. Lalu beban klaimnya anjlok dari sebelumnya Rp218,9 miliar menjadi Rp164,4 miliar. Surplus underwriting dana tabarru hanya tercatat Rp1,7 miliar dari sebelumnya sebesar Rp13,4 miliar. Ini juga tertuang pada laporan defisit underwriting unadited.

Basuki menyiapkan sejumlah strategi di tahun ini agar JMAS telah memenuhi ketentuan ekuitas minimum bagi perusahaan asuransi syariah sebesar Rp100 miliar. Ini merupakan mandatori di Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 23/2023, yang wajib dipenuhi paling lambat pada 31 Desember 2026.

Basuki juga menekankan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten dalam setiap aspek kegiatan usaha dan di seluruh struktur organisasi. "Penerapan GCG tersebut dilaksanakan secara menyeluruh, mulai dari jajaran Dewan Komisaris dan Direksi hingga unit organisasi terbawah, serta dalam hubungan perseroan dengan para pemangku kepentingan," tuturnya saat Public Expose virtual, Selasa (20/1/2026).

Basukimenetapkan dua strategi JMAS di tahun ini. Pertama, JMAS menggenjot pemasaran produk asuransi syariah dengan memanfaatkan teknologi. Namun bukan dalam bentuk pemanfaatan fintech tapi juga teknologi sebagai alat pendukung bagi tenaga pemasaran. Nantinya, mereka itu hanya perlu melakukan pemasaran lewat perangkat telepon genggam untuk memasarkan produk-produk asuransi syariah JMAS yang telah tersedia di dalam sistem.

"Ke depannya, apabila diperlukan pengembangan lebih lanjut, Perseroan tentu akan mengikuti perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan," ungkapnya. pada Berkaitan dengan perang tarif, Basuki berpendapat sudah bukan masanya lagi untuk terlibat dalam perang tarif, karena pada praktiknya justru merugikan seluruh pelaku industri. Oleh karenanya, JMAS lebih mengedepankan peningkatan kualitas layanan, kesesuaian manfaat dengan kebutuhan peserta, serta pemenuhan janji layanan secara optimal.

"Dengan pendekatan tersebut, diharapkan industri asuransi syariah dapat tumbuh secara sehat, tanpa harus terjebak dalam persaingan tarif yang berkelanjutan," pungkas Basuki.(*)

# Tag