Netflix Panen Sepanjang 2025: 325 Juta Pelanggan, Pendapatan US$45,18 Miliar, Laba Bersih US$10,98 Miliar

Kantor Netflix di San Fransisco. (Foto: Mario Tama/Getty Images)
Kantor Netflix di Los Angeles. (Foto: Mario Tama/Getty Images)

Netflix membuka 2026 dengan satu pesan yang disukai pasar: mesin bisnisnya masih bekerja.

Pada laporan kinerja kuartal IV/2025, perusahaan streaming ini membukukan pendapatan US$12,05 miliar (naik hampir 18%) dan laba bersih US$2,42 miliar (naik sekitar 29%).

Di saat yang sama, Netflix menyatakan jumlah paid memberships telah melampaui 325 juta—sebuah angka yang memperlihatkan skala platformnya kian sulit ditandingi.

Manajemen Netflix menyandarkan pertumbuhan pada kombinasi yang makin matang: penambahan pelanggan, kenaikan harga, dan pertumbuhan pendapatan iklan. Formula ini penting karena menggambarkan pergeseran Netflix dari sekadar “platform langganan” menjadi bisnis hiburan yang memonetisasi basis pengguna melalui beberapa tuas sekaligus—retensi pelanggan, pricing power, dan monetisasi iklan.

Dari sisi konten, kuartal ini ditopang tayangan berprofil tinggi. Musim terakhir “Stranger Things” disebut ikut mengerek viewership. Di luar itu, Netflix mencatat deretan judul yang ramai ditonton seperti musim kedua “Nobody Wants This”, musim kesembilan “Selling Sunset”, hingga film “Frankenstein” garapan Guillermo del Toro. Bagi Netflix, konten tetap menjadi “produk inti” yang menjaga waktu tonton, dan pada akhirnya menjaga daya tawar harga serta ruang ekspansi iklan.

Menariknya, laporan kinerja ini keluar pada hari yang sama ketika Netflix mengumumkan kesepakatan all-cash baru untuk mengakuisisi studio Warner Bros. Discovery dan layanan streaming HBO Max dengan harga US$27,75 per saham. Nilai penawaran Netflix tetap US$72 miliar.

Di saat bersamaan, dinamika industri makin panas karena Paramount Skydance masih mendorong hostile offer senilai US$77,9 miliar untuk seluruh Warner. Dengan kata lain, Netflix bukan hanya melaporkan angka; ia juga sedang menegaskan posisinya dalam peta konsolidasi hiburan global.

Dalam surat kepada pemegang saham, Netflix menyebut Warner Bros. dan Netflix sebagai “bisnis yang sangat saling melengkapi”, dengan klaim bahwa kombinasi keduanya akan memberi lebih banyak peluang bagi kreator dan memperkuat industri hiburan. Co-CEO Netflix Greg Peters juga menilai revisi kesepakatan tersebut sebagai bukti komitmen terhadap transaksi dan langkah yang mempercepat proses bagi pemegang saham Warner.

Namun, ambisi akuisisi punya konsekuensi finansial yang jelas. Netflix menyatakan akan menghentikan sementara buyback saham untuk mengakumulasi kas demi transaksi Warner. Kesepakatan ini juga masih menunggu persetujuan regulator, yang berarti “waktu” dan “ketidakpastian” akan tetap menjadi variabel penting yang dipantau investor.

Ke depan, Netflix memproyeksikan pendapatan 2026 di kisaran US$50,7 miliar–US$51,7 miliar, dan menyatakan pendapatan iklan diperkirakan hampir dua kali lipat. Untuk menutup konteks tahunan, sepanjang 2025 Netflix membukukan pendapatan US$45,18 miliar dan laba bersih US$10,98 miliar.

Meski fundamental terlihat solid, pasar belum sepenuhnya nyaman. Netflix mencatat sahamnya turun sekitar 15% sejak kesepakatan dengan Warner diumumkan, dan pada perdagangan setelah jam bursa Selasa, sahamnya kembali melemah sekitar 5%. Investor tampaknya sedang menimbang dua hal sekaligus: kekuatan mesin operasi Netflix, dan risiko eksekusi dari transaksi akuisisi besar yang dapat mengubah struktur industri.

Jika diringkas, Netflix sedang memasuki 2026 dengan agenda ganda: menjaga momentum bisnis inti (pelanggan, harga, iklan) sambil mengunci langkah strategis melalui akuisisi, seraya memperluas kategori konten, termasuk rencana ekspansi ke video podcast. Dalam industri yang bergerak ke arah konsolidasi, Netflix ingin memastikan dirinya bukan sekadar ikut arus, melainkan berada di kursi pengemudi. (*)


Diolah dari beberapa sumber

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag