Generasi Z Mendominasi Investor Minna Padi Investama Sekuritas (PADI), Ini Rencana Bisnisnya di 2026

Generasi Z Mendominasi Investor Minna Padi Investama Sekuritas (PADI), Ini Rencana Bisnisnya di 2026
Ilustrasi pergerakan saham di Mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada 15 Mei 2025. Foto Nadia K. Putri/SWA

Emiten keuangan, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) menjelaskan lonjakan harga saham, proyeksi, serta rencana bisnis perseroan di 2026. Ini merupakan respons manajemen PADI terhadap permohonan penjelasan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait hal tersebut

Direktur Utama Minna Padi Investama Sekuritas, Djoko Joelijanto, menjelaskan peningkatan harga saham PADI yang menyebabkan suspensi atau pembekuan perdagangan pada 13 Januari 2026 itu disebabkan oleh kenaikan pendapatan perseroan dan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Adapun, BEI menghentikan sementara perdagangan saham PADI sejak 13 Januari 2026. Hingga Rabu ini, BEI masih membekukan saham PADI di pasar reguler dan pasar tunai.

"Kegiatan bisnis sekuritas perseroan selama Januari sampai Desember 2025 tercatat kenaikan transaksi yang signifikan serta laba yang belum terealisasi dan laba yang sudah terealisasi atas perdagangan efek," tulis Djoko pada keterbukaan informasi di hari ini.

Perseroan per September 2025 itu membukukan laba bersih senilai Rp24,74 miliar. Kinerja ini berbalik pulih setelah perseroan merugi sebesar Rp29 miliar pada September 2024.

Pendapatan usaha PADI naik menjadi Rp38,47 miliar dari Rp17,44 miliar per September 2024. Lonjakan tersebut dipicu oleh laba belum terealisasi atas perdagangan efek yang naik menjadi Rp22,70 miliar dari rugi Rp20,70 miliar. Ini berasal dari laba direalisasi atas perdagangan efek menjadi Rp8,78 miliar dari Rp387 juta.

“Perseroan memandang prospek usaha ke depan tetap positif, seiring dengan meningkatnya nilai perdagangan di Bursa Efek Indonesia yang sepanjang 2025 telah melampaui Rp4.000 triliun, serta didukung oleh prospek perekonomian yang tetap kondusif,” jelas Djoko.

Meskipun demikian, perseroan tetap mencermati sejumlah risiko yang masih membayangi, terutama risiko eksternal dari ekskalasi ketegangan geopolitik global. Dari sisi domestik, pasar sekuritas kini didominasi oleh pertumbuhan investor dari kalangan generasi Z yang adaptif terhadap teknologi.

“Perseroan meyakini bahwa penyediaan platform online trading dengan fitur lengkap menjadi faktor penentu bagi investor dalam memilih mitra sekuritas yang relevan dengan kebutuhan digital,” lanjut Djoko.

Hasilnya tahun ini, perseroan berencana untuk tetap fokus pada perkembangan bisnis sekuritasnya lewat trading online. Ini disertai dengan kegiatan edukasi dan sosialisasi pasar modal, serta pelatihan penggunaan aplikasi trading online kepada nasabah dan calon nasabah perseroan.

Melansir dari laman resmi perseroan, Minna Padi Investama Sekuritas menyediakan aplikasi trading online Master Online V2. Nasabah dan calon nasabah dapat mengaksesnya di Google Playstore atau Apple AppStore. Calon nasabah juga dapat registrasi secara daring ke laman resmi perseroan.

Saham PADI pada perdagangan di 12 Januari 2026 bertengger di Rp199. Saat itu, harga saham PADI menyentuh harga tertinggi di Rp224 dan harga terendah di Rp169.

Pada periode ini, volume transaksi saham PADI sebanyak 1,49 miliar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 77.320 kali dan nilai transaksi sebesar Rp306,11 miliar pada tanggal 12 Januari 2026. (*)

# Tag