Gulirkan Transformasi, Bangun Perkasa (KRYA) Memindahkan Kantor Pusat ke Jakarta

Gulirkan Transformasi, Bangun Perkasa (KRYA) Memindahkan Kantor Pusat ke Jakarta
Sepeda motor listrik ECGO di Jakarta pada Jumat (3/2/2023). (Foto : Vicky Rachman/SWA).

PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) memindahkan kantor pusat ke Jakarta dari sebelumnya di Surabaya, Jawa Timur. Perseroan menetapkan ini pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Manajemen KRYA memindahkan kantor pusat ke Jakarta lantaran mempertimbangkan mempertimbangkan aspek operasional, efisiensi, serta keselarasan dengan strategi bisnis dan pengembangan usaha di masa mendatang.

Perseroan pada RUPSLB itu menetapkan perubahan susunan Direksi da nDewan Komisaris yang bertujuan sebagaiupaya penyegaran organisasi dan penguatan fungsi pengawasan serta pengambilan keputusan strategis, dengan memberhentikan dengan hormat An Shaohong, Komisaris Utama KRYA yang digantikan oleh Shenia Ayu Pangesti. Selain itu, perseroan juga mengangkat Nadira Zatina Kamil selaku Direktur KRYA.Para pemegang saham menyetujui pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dan Dewan Komisaris perseroan.

Direktur Utama Bangun Karya Perkasa Jaya, William Teng, menyampaikan keputusan yang diambil dalam RUPSLB itumerupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi manajemen dan tata kelola perseroan. "Susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang baru serta penyesuaian domisili perseroan, maka kami optimistis dapat menjalankan transformasi bisnis secara lebih fokus, efektif, dan berkelanjutan untuk menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham,” ujar William pada keterbukaan informasi di Jakarta, Rabu kemarin

Emiten konstruksi yang berfokus pada fabrikasi baja, rekayasa konstruksi, dan jasa kontraktor umum ini beroperasi sejak 7 Januari 2007. Perusahaan ini didirikan oleh Dharmo Budiono dan Brigitta Notoatmodjo.Sebagai bagian dari strategi transformasi dan penguatan bisnis, KRYA pada 26 Agustus 2025 diakuisisi oleh Green City SG Pte. Ltd., (GCSG) sebagai pemegang saham pengendali. Akuisisi ini membawa arah bisnis baru yang lebih terintegrasi dengan fokus pengembangan ekosistem energi baru dan terbarukan, termasuk mendukung pengembangan usaha terkait kendaraan listrik (electric vehicle (EV). Green City adalah salah satu perusahaan induk EVMoto, yang berkolaborasi dengan ECGO, anak perusahaan KRYA.

Pada Desember 2025, KRYA menandatangani kontrak komersial dengan anak perusahaannya ECGO, dengan EVMoto untuk pengadaan 10 ribu unit sepeda motor listrik. Nilai kontrak ditetapkan sebesar Rp24 juta per unit, sehingga total nilai kontrak menembus Rp240 miliar.

Pengiriman sepeda motor listrik dijadwalkan pada Maret 2026. Transaksi ini merupakan inisiatif strategis KRYA untuk memperluas portofolio bisnis ke sektor kendaraan listrik (EV). Sedangkan ECGO berperan sebagai lengan operasional untuk mendukung strategi perseroan.

Manajemen KRYA akan menjadi mitra rantai pasok utama bagi ECGO serta membangun ekosistem rantai pasok yang lengkap dan kompetitif. Adapun, kemitraan ini memastikan ECGO memiliki operasional yang kuat untuk pengadaan, logistik, dan produksi, serta memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik.

“Kontrak ini merupakan langkah konkret dalam pelaksanaan strategi pertumbuhan kendaraan listrik PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk,” jelas William pada keterbukaan informasi yang dikutip Jumat, (19/12/2025). Adapun, harga saham KRYA pada penutupan perdagangan 21 Januari 2026 turun sebesar2,07%, menjadi Rp142 dari perdagangan sebelumnya. (*)

# Tag