MRCCC Siloam Semanggi Hadirkan Integrated CT-LINAC Pertama di Asia Tenggara

Founder and Chairman Lippo Organization, Mochtar Riady (ketujuh dari kanan) saat meluncurkan Integrated CT-LINAC di MRCCC Siloam Semanggi. (221/1/2026). (Foto: Siloam Semanggi).

Layanan kanker nasional memasuki babak baru. Melalui kolaborasi strategis Indonesia–Tiongkok, Siloam International Hospitals, melalui MRCCC Siloam Semanggi membawa lompatan teknologi dalam dunia onkologi dengan menghadirkan Integrated CT-LINAC, sistem radioterapi presisi yang mengintegrasikan pemindaian CT dan penyinaran dalam satu perangkat mutakhir.

Dikembangkan bersama United Imaging Healthcare, terobosan ini menempatkan MRCCC Siloam Semanggi sebagai rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan teknologi tersebut sebuah tonggak penting dalam transformasi layanan kanker berbasis inovasi dan kolaborasi global.

Integrated CT-LINAC. (Foto: Siloam Semanggi).

Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals menegaskan kolaborasi dengan United Imaging mencerminkan komitmen Siloam untuk mendukung agenda Kementerian Kesehatan RI dalam memperkuat layanan kanker nasional dari deteksi dini hingga pengobatan.

“Melalui adopsi teknologi radioterapi canggih, kami berupaya meningkatkan presisi terapi, kualitas penanganan pasien, sekaligus memperluas akses terhadap layanan kanker berkualitas bagi masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara,” kata Caroline dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Kamis (22/1/2026)..

Kehadiran teknologi Integrated CT-LINAC tak sekadar membawa manfaat bagi rumah sakit, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem layanan kanker nasional di tengah meningkatnya angka penderita.

Inisiatif ini sekaligus mencerminkan kian eratnya kerja sama bilateral Indonesia–Tiongkok dalam pemanfaatan teknologi kesehatan mutakhir untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen ini menegaskan keyakinan Siloam International Hospitals bahwa kemajuan teknologi harus sejalan dengan keunggulan klinis tenaga medis. Integrasi antara teknologi mutakhir dan keahlian dokter menjadi fondasi MRCCC Siloam Semanggi dalam menghadirkan layanan kanker yang aman, presisi, dan berfokus pada kualitas hidup pasien.

Teknologi Integrated CT-LINAC menghadirkan radioterapi presisi berbasis pencitraan real-time, menuntut perencanaan dan penyesuaian terapi yang akurat sesuai kondisi tiap individu.

Inovasi ini semakin relevan di tengah meningkatnya kasus kanker di Indonesia. Data GLOBOCAN 2022 mencatat kanker payudara sebagai kasus terbanyak, dengan 66.271 kasus baru (16,2% dari total kasus) dan 22.598 kematian, serta prevalensi lima tahun mencapai 209.748 kasus pada perempuan Indonesia.

Menurut Dr. Jusong Xia, Ph.D., President of International Business United Imaging Healthcare Group, menyebut kanker sebagai tantangan global yang menuntut kolaborasi dan inovasi berkelanjutan. Melalui kemitraan dengan MRCCC Siloam Semanggi, pihaknya berupaya menghadirkan teknologi onkologi presisi yang memperluas akses layanan kanker berkualitas dan memperkuat sistem kesehatan Indonesia.

Diakui dr. Edy Gunawan, MARS, Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, integrasi teknologi radioterapi mutakhir menjadi langkah strategis menuju layanan kanker berstandar global lebih personal, efisien, dan berpusat pada pasien.

dr. Denny Handoyo Kirana, Sp.Onk.Rad (K), Dokter Spesialis Onkologi Radiasi MRCCC Siloam Semanggi, menjelaskan teknologi Integrated CT-LINAC menempatkan pasien sebagai pusat perawatan kanker.

Melalui pencitraan CT harian dan radioterapi adaptif, terapi dapat disesuaikan dengan anatomi dan kondisi pasien, sehingga meningkatkan presisi sekaligus meminimalkan paparan radiasi pada jaringan sehat. Teknologi ini menghadirkan perawatan yang lebih aman, efisien, dan nyaman bagi pasien di Indonesia dan Asia Tenggara tanpa mengorbankan hasil klinis.

Berbeda dari radioterapi konvensional yang memerlukan proses berlapis dan waktu tunggu panjang, Integrated CT-LINAC menyederhanakan seluruh alur terapi dalam satu sesi tanpa memindahkan posisi pasien, dengan durasi hanya 15–25 menit.

Sistem ini menggabungkan pencitraan CT diagnostik fan-beam dan radioterapi presisi tinggi dalam satu perangkat dan ruang perawatan.

Melalui penerapan CT-based Adaptive Radiotherapy (ART), rencana terapi dapat disesuaikan setiap sesi sesuai perubahan anatomi pasien, meningkatkan akurasi sekaligus meminimalkan paparan radiasi pada jaringan sehat. Inovasi ini memperkuat posisi MRCCC Siloam Semanggi sebagai pusat rujukan kanker nasional dan regional, sekaligus membuka akses lebih luas terhadap terapi presisi tinggi bagi pasien Indonesia. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag