Folago (IRSX) Gandeng Multivision Plus (RAAM), Visinema, dkk untuk Produksi Film Layar Lebar dan Layar Tegak

Empat dari kiri, Direktur Utama Folago Corp atau PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), Subioto Jingga bersama para pemilik rumah produksi saat konferensi pers kerja sama di Jakarta pada Kamis (22/1/2026). Foto Nadia K. Putri/SWA
Empat dari kiri, Direktur Utama Folago Corp atau PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), Subioto Jingga bersama para pemilik rumah produksi saat konferensi pers kerja sama di Jakarta pada Kamis (22/1/2026). (Foto: Nadia K. Putri/SWA)

PT Folago Global Nusantara Tbk atau Folago Corp (IRSX) menggandeng sejumlah rumah produksi ternama untuk memproduksi sekitar 10 proyek film. Kolaborasi ini mencakup film layar lebar, sekaligus pengembangan konten “layar tegak” atau film berformat vertikal (rasio 9:16) yang dirancang untuk konsumsi di perangkat seluler dan distribusi melalui platform digital.

Direktur Utama Folago Corp Subioto Jingga mengatakan, perseroan membidik potensi pendapatan sekitar 200% melalui skema investasi bersama (co-investment) dengan para rumah produksi tersebut.

“IRSX akan membidik pendapatan 200% dalam skema co-investment tersebut. Langkah ini memperkuat posisi IRSX sebagai emiten entertainment industry powerhouse di Indonesia yang menghubungkan film, live entertainment, dan konten digital dalam satu ekosistem terintegrasi,” tegas Subioto saat sambutan di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Dalam rencana produksi tersebut, IRSX menggandeng sejumlah pemain besar, seperti PT Tripar Multivision Plus Tbk atau Multivision Plus Pictures (RAAM), Visinema — rumah produksi yang merupakan portofolio investasi Grup Djarum lewat GDP Ventures, VMS Pictures, Tiger Wong Entertainment, serta KUY STUDIO.

KUY STUDIO disebut sebagai studio produksi yang terafiliasi oleh Sean Gelael, bagian dari jaringan toko ritel Gelael dan gerai restoran KFC Indonesia yang dikelola PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST).

Subioto mengonfirmasi, sumber pendanaan untuk skema co-investment tersebut berasal dari hasil pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) tahap pertama (PMHMETD I) atau right issue sebesar Rp517.685.000.000.

Sementara itu, mengacu pada laman profil perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 14 Januari 2026, dana right issue sebesar Rp500 miliar ditujukan untuk modal kerja anak usaha perseroan, yakni PT Folago Picture Indonesia (FPI).

Penggunaan dana mencakup biaya produksi dan distribusi konten dan/atau film, mulai dari pengembangan konsep, pra-produksi, produksi, pasca-produksi, hingga distribusi, termasuk pengelolaan studio dan infrastruktur pendukung.

Selain itu, dalam paparan sebelumnya, IRSX juga menyampaikan rencana penghimpunan dana PMHMETD tahap pertama sebesar Rp3,71 triliun atau sebanyak 12.390.094.754 lembar saham biasa. Dari jumlah tersebut, dana dialokasikan ke sejumlah entitas dan kebutuhan bisnis, termasuk penguatan ekosistem hiburan perseroan yang mencakup film, promotor konser dan event, hingga pengelolaan kreator konten serta infrastruktur digital.

Dana sebesar Rp2,03 triliun dialokasikan kepada PT Folago Karya Indonesia (FKI) atau PT Jaya Gemilang Wong untuk program inkubasi serta akuisisi hak komersial jangka panjang atas kerja sama artis, influencer, dan afiliator.

Kemudian, Rp818,52 miliar dialokasikan kepada PT Folago Digital Media (FDM) d/h PT Tiger Wong Internasional, yang merupakan bagian dari rumah produksi Tiger Wong Entertainment. Dari jumlah tersebut, Rp713,14 miliar dialokasikan untuk bisnis promotor konser dan event, sedangkan Rp105,37 miliar untuk pengelolaan kreator konten.

Selanjutnya, Rp175,89 miliar dialokasikan kepada PT Digital Nata Karya (DNK), dengan rincian Rp62,58 miliar untuk pengelolaan sistem tiket online dan offline serta penjualan produk digital lainnya. Lalu, Rp113,30 miliar dialokasikan untuk modal kerja pembelian produk digital dan produk Payment Point Online Bank (PPOB).

Alokasi berikutnya mencakup Rp35,87 miliar kepada PT Folago Gaya Hidup (FGH) untuk kegiatan pemasaran dan kerja sama strategis dengan platform digital guna monetisasi konten.

Sebesar Rp4,85 miliar dialokasikan kepada PT Folago Artificial Intelligent (FAIC) untuk pengembangan dan pemanfaatan perangkat lunak, termasuk kecerdasan buatan (AI) untuk konten. Sisanya dialokasikan untuk biaya tenaga kerja di bidang IT, utilitas kantor, infrastruktur komputasi awan (cloud), serta pemeliharaan IT.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham IRSX ditutup terkoreksi 2,05% ke level Rp715 dari Rp730. Nilai kapitalisasi pasar perseroan tercatat Rp4,42 triliun. Volume transaksi mencapai 57,02 juta saham dengan nilai transaksi Rp41,20 miliar, dan frekuensi transaksi sebanyak 9.207 kali. (*)

# Tag