Pasca Akuisisi Blok Madura, RATU Targetkan Pembagian Dividen 40% di 2026

Pasca Akuisisi Blok Madura, RATU Targetkan Pembagian Dividen  40% di 2026
Adrian Hartadi, Direktur PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dalam paparan kinerja daring, Kamis (22/1/2026)

Emiten energi, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), memproyeksikan pembagian dividen (payout ratio) untuk tahun buku 2026 akan stabil di level tinggi, yakni di atas 40%.Angka ini selaras dengan realisasi tahun 2025 lantaran perseroan menyetorkan dividen sebesar 46% dari laba bersih. Optimisme ini muncul di tengah performa harga saham perusahaan yang meroket sejak melantai di bursa.

Direktur RATU, Adrian Hartadi, mengatakan rencana pembagian dividen di tahun ini merupakan komitmen jangka panjang manajemen. Adrian menyebutkan proyeksi ini sejalan dengan tren laba dan pertumbuhan perusahaan.

"Harapan kami di tahun 2026 bisa mempertahankan angka di atas 40%. Kami akan terus melihat variabel seperti struktur biaya dan kebutuhan belanja modal (capex) agar pembagian laba tidak mengganggu agenda pertumbuhan perusahaan," ujar Adrian pada webinar virtual di Kamis (22/1/2026).

Harga saham RATU, sejak melakukan Initial Public Offering (IPO) pada November 2025 dengan harga perdana Rp 1.000, mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 663%. Meskipun pada penutupan perdagangan Kamis ini saham RATU terkoreksi tipis 3,57% ke level Rp8.100. Performa keseluruhannya tetap dianggap fenomenal oleh pelaku pasar.

Amunisi Baru: Ekspansi di Blok Madura

Sinyal positif dividen ini didukung oleh langkah strategis RATU yang baru saja memenangkan akuisisi SMS Development Limited (SMSDL). Langkah ini memberikan RATU kepemilikan tidak langsung sebesar 20% pada Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), salah satu raksasa produsen gas di Jawa Timur.

Blok Madura mencakup tiga kluster produksi utama, yakni BD Field, 2M Field (MDA-MBH-MDK), dan MAC Field, dengan produksi gabungan sekitar 240 MMSCFD gas. Blok ini juga memiliki remaining gas reserve sebesar 708 BCF serta remaining condensate reserve 8,42 MMBOE, menjadikannya aset gas strategis dengan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan energi kawasan.

Keputusan RATU untuk masuk ke sektor hulu migas melalui HCML bukan sekadar menambah aset, melainkan memperkuat arus kas (cash flow) perusahaan. Dengan cadangan gas yang signifikan, RATU memiliki fondasi kuat untuk mendanai rencana ekspansi sekaligus memenuhi janji dividen "royal" kepada investornya di masa depan. (*)

# Tag