IDRX dan Solana Superteam Dorong Tokenisasi Aset Berbasis Rupiah untuk Ekonomi Digital Indonesia
Mario Nurcahyanto Superteam Indonesia (kiri) dan COO IDRXe Wildan Ramadhan (kanan) usai menandatangani MoU di Jakarta. (Ist.)
Langkah strategis kembali diambil ekosistem kripto Indonesia. Startup stablecoin berbasis Rupiah, IDRX, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Solana Superteam Indonesia untuk mengeksplorasi pengembangan tokenisasi aset nyata (Real World Asset/RWA).
Kolaborasi yang ini menjadi sinyal kuat bahwa inovasi digital Tanah Air tengah bergerak menuju integrasi antara teknologi blockchain dan ekonomi riil membuka peluang baru bagi perluasan akses pembiayaan, partisipasi nilai, serta penguatan ekonomi kreatif nasional.
Salah satu fokus kerja sama dalam MoU ini adalah eksplorasi tokenisasi aset nyata RWA menggunakan stablecoin berbasis Rupiah, IDRX, guna mendorong pengembangan dan adopsi yang relevan dengan konteks Indonesia.
Inisiatif ini selaras dengan arah transformasi keuangan digital yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menempatkan tokenisasi sebagai instrumen baru untuk memperluas akses pembiayaan dan partisipasi ekonomi secara inklusif.
OJK menilai tokenisasi RWA berpotensi mengubah cara kepemilikan dan penciptaan nilai aset. Melalui fractional ownership, tokenisasi membuka partisipasi ekonomi yang lebih luas tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen.
Tokenisasi memungkinkan hak ekonomi atas aset nyata seperti karya kreatif, kekayaan intelektual, hingga aset produktif direpresentasikan dalam bentuk token digital yang transparan dan mudah diakses. Bagi sektor ekonomi kreatif, pendekatan ini membuka peluang pendanaan baru tanpa mengubah kepemilikan dasar aset.
Kolaborasi IDRX dan Solana Superteam Indonesia difokuskan pada pengembangan infrastruktur tokenisasi yang relevan dengan regulasi dan kebutuhan ekonomi nasional, mencakup kesiapan teknis, dukungan ekosistem, dan uji penerapan awal di sektor berpotensi tinggi.
“Superteam Indonesia berfokus pada kesiapan adopsi institusional dan penguatan ekosistem. Kolaborasi dengan IDRX kami arahkan agar pengembangan tokenisasi aset di Indonesia berjalan dengan infrastruktur yang matang dan siap diimplementasikan,” kata Mario Nurcahyanto, perwakilan Superteam Indonesia dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Jum’at (23/1/2026).
Secara global, tokenisasi aset umumnya berbasis mata uang asing seperti Dolar AS. Di Indonesia, pendekatan berbasis Rupiah dinilai lebih relevan untuk menjaga kedaulatan nilai sekaligus membuka akses ke ekosistem global.
Wildan Ramadhan, COO IDRX menambahkan tokenisasi aset membuka peluang ekonomi baru, namun manfaatnya harus dirasakan luas oleh masyarakat Indonesia. Dengan stablecoin berbasis Rupiah, pengembangan tokenisasi dapat tetap terhubung dengan ekonomi nasional tanpa kehilangan kedaulatan nilai.
Sejak diluncurkan pada awal 2024, IDRX telah digunakan oleh 40 ribu pengguna, terhubung dengan 50+ mitra global, dan mencatat volume transaksi blockchain senilai US$175 juta.
Melalui kolaborasi dengan Solana Superteam Indonesia, IDRX berperan menjembatani kebutuhan lokal dan peluang global dalam pengembangan tokenisasi aset nyata (RWA), menjaga fondasi Rupiah sekaligus memperluas partisipasi ekonomi digital.
Sebagai salah satu ekosistem blockchain terbesar di dunia, Solana kini banyak digunakan dalam berbagai inisiatif digital, termasuk oleh institusi global seperti J.P. Morgan, CitiBank, Visa, Western Union, PayPal, dan Franklin Templeton.
Melalui Superteam Indonesia sebagai penghubung ekosistem, kolaborasi antara Solana dan IDRX diharapkan mendorong pengembangan tokenisasi aset yang sejalan dengan arah kebijakan dan kebutuhan industri nasional.
Ke depan, penguatan infrastruktur tokenisasi berbasis Rupiah ini diharapkan menjadi katalis inovasi ekonomi digital Indonesia sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam ekosistem aset digital yang inklusif dan berkelanjutan. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.