Southern Cross Lepas 8 Juta Saham BELL: Apa Implikasinya bagi Struktur Kepemilikan?

Southern Cross Lepas 8 Juta Saham BELL: Apa Implikasinya bagi Struktur Kepemilikan?

Investor institusi yang memiliki porsi kepemilikan di atas 5% di PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), yakni PT Southern Cross Textile Industry, melepas 8 juta saham pada 15 Januari 2026 dan 19 Januari 2026, di kisaran harga Rp109–Rp148.

“Tujuan transaksi untuk investasi,” tulis manajemen Trisula Textile Industries dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/1/2026).

Secara rinci, pada 15 Januari 2026 PT Southern Cross Textile Industry menjual 1 juta saham pada harga Rp109 per saham. Masih di hari yang sama, perusahaan tersebut kembali melepas 2 juta saham pada harga Rp110 per saham.

Selanjutnya, pada 19 Januari 2026, PT Southern Cross Textile Industry menjual 5 juta saham pada harga Rp148 per saham. Dengan demikian, total nilai penjualan mencapai sekitar Rp1,07 miliar.

Pasca transaksi, kepemilikan PT Southern Cross Textile Industry turun menjadi 9,88% atau setara 716.249.700 saham, dari sebelumnya 9,99% atau 724.249.700 saham.

Meski masih berstatus pemegang saham di atas 5%, PT Southern Cross Textile Industry bukan Pemegang Saham Pengendali (PSP) BELL. Mengacu pada laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Desember 2025, perusahaan tersebut tercatat memiliki 9,99% atau sekitar 724,25 juta saham.

Adapun PSP BELL adalah PT Trisula International Tbk (TRIS) dengan kepemilikan 5,71 miliar saham atau setara 78,87%. Pemegang saham lainnya, PT Trisula Insan Tiara, tercatat memiliki 500.000 saham atau sekitar 0,01%.

Pada perdagangan Jumat (23/1/2026), saham BELL ditutup menguat ke Rp212, mengacu pada data profil perusahaan tercatat BEI. Sepanjang hari, volume transaksi mencapai 4.977.600 saham dengan nilai transaksi Rp1,05 miliar, dan frekuensi 1.033 kali.

Saham BELL dibuka pada Rp222, sempat menyentuh level tertinggi Rp224 dan terendah Rp206, berdasarkan data aplikasi IDX Mobile.

Dalam lima tahun terakhir, saham BELL pernah berada di level tertinggi Rp600 pada 30 Juni 2022. Setelah itu, pergerakannya melemah dan cenderung berada di kisaran Rp50–Rp190 sepanjang 2023–2025, sebelum kembali bergerak ke atas level tersebut pada awal 2026. (*)

# Tag