Multivision Plus (RAAM) Konfirmasi Gaet Folago (IRSX), Bakal Rilis Lebih dari 4 Judul Film Layar Lebar
PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) resmi menggandeng PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) melalui skema investasi bersama (co-investment) untuk produksi film layar lebar, konten layar tegak (microdrama), distribusi, hingga pemasaran.
Mengacu pada keterbukaan informasi BEI yang terbit Jumat (23/1/2026), RAAM dan IRSX akan berinvestasi bersama pada lebih dari empat judul film layar lebar yang direncanakan rilis melalui jaringan bioskop serta platform digital.
Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi RAAM mengalokasikan dana investasi untuk memperluas jaringan bioskop Platinum Cineplex ke kota-kota lapis kedua dan lapis ketiga, yang penetrasi layar bioskopnya dinilai masih relatif rendah.
“Inisiatif ini memperkuat visibilitas pertumbuhan RAAM. Kami secara aktif mengalokasikan modal pada proyek-proyek dengan potensi imbal hasil yang jelas, sembari memanfaatkan kemitraan strategis untuk mengelola risiko dan meningkatkan kualitas eksekusi,” ujar Direktur Keuangan PT Tripar Multivision Plus Tbk, Vikas Chand Sharma, dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (23/1/2026).
Sehari sebelumnya, Komisaris Utama Multivision Plus, Ram Jethmal Punjabi, menyatakan bahwa kolaborasi tersebut merupakan kerja sama pertamanya dengan perusahaan terbuka dan tercatat, setelah hampir 55 tahun berkarier di industri hiburan dan film.
“Ini [Folago] adalah perusahaan satu-satunya yang saya kerja sama. Saya merasa bangga. Alasan mengapa saya mau kerja sama dengan Subi [Direktur Utama Folago], karena Subi adalah perfeksionis. Ketika dia berbicara, dia berkomitmen,” tegas Ram kepada awak media dalam sesi tanya jawab konferensi pers IRSX dan RAAM di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Ram juga menilai ekosistem digital yang dimiliki IRSX dapat membantu distribusi karya film perseroan, sekaligus mengisi kesenjangan layar yang belum terserap.
Dari sisi IRSX, kerja sama ini disebut membuka peluang membidik pendapatan hingga 200%. Adapun nilai investasi untuk empat film RAAM tersebut bervariasi, mulai dari Rp12 miliar hingga Rp15 miliar per judul.
“Saya juga ada proyek yang saya belum bisa jelaskan. Itu tentang tenaga ataupun yang sudah memimpin kita, dan film itu akan makan biaya kurang lebih Rp30 miliar,” tutup Ram kepada awak media saat doorstop di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (22/1/2026) sore.
Pada perdagangan Jumat, saham RAAM dan IRSX masing-masing ditutup di Rp258 dan Rp715, mengutip data IDX Mobile. Saham RAAM terkoreksi 3,73% dari Rp268, sementara saham IRSX stagnan.
IDX Mobile mencatat, RAAM membukukan kapitalisasi pasar sebesar Rp1,75 triliun, dengan volume transaksi 9,60 juta saham. Nilai transaksi mencapai Rp2,56 miliar dan frekuensi perdagangan 1.171 kali.
Sementara itu, IRSX mencatat kapitalisasi pasar Rp4,42 triliun, dengan volume transaksi 74,98 juta saham. Nilai transaksi mencapai Rp52,49 miliar, dengan frekuensi 9.331 kali.
Saat ini, RAAM tercatat di papan utama BEI dan masuk sektor barang konsumen non-primer. Adapun IRSX berada di papan pengembangan dan bergerak di sektor teknologi. (*)