Bahtera Bumi Raya (PGJO) Tambah Modal ke Anak Usaha Rp5,1 Miliar untuk Modal Kerja dan Operasional

Bahtera Bumi Raya (PGJO) Tambah Modal ke Anak Usaha Rp5,1 Miliar untuk Modal Kerja dan Operasional
Pengunjung melintasi papan layar harga saham dari perusahaan terbuka dan tercatat di Mainhall Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta pada Kamis (9/10/2025). Foto Nadia K. Putri/SWA.

Emiten teknologi PT Bahtera Bumi Raya Tbk (PGJO) menyampaikan adanya penyetoran modal kepada entitas anak, PT Mega Mitra Marine (MMM). Dalam aksi korporasi tersebut, MMM meningkatkan modal ditempatkan dan disetor menjadi Rp5,1 miliar serta menerbitkan 500.000 saham baru yang seluruhnya diambil bagian oleh PGJO.

Penyertaan modal oleh perseroan pada 23 Januari 2026 itu ditujukan untuk mendukung kegiatan usaha MMM. Dana tersebut akan digunakan, termasuk tetapi tidak terbatas, untuk pengembangan bisnis, biaya operasional harian, kebutuhan modal kerja, serta dukungan operasional lainnya.

“MMM diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap performa keuangan perseroan,” jelas Sekretaris Perusahaan PT Bahtera Bumi Raya Tbk, Natalia, mengacu pada keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/1/2026).

Perseroan menyatakan transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Perseroan juga menyebut transaksi ini termasuk dalam kategori transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

MMM merupakan entitas anak yang dikendalikan oleh PGJO, dengan kepemilikan 99,9% saham. Karena itu, perseroan menyampaikan penambahan modal ke MMM termasuk transaksi material yang memperoleh pengecualian atas sejumlah persyaratan tertentu, termasuk kewajiban memperoleh pendapat kewajaran serta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sebelumnya, PGJO mendirikan MMM berdasarkan akta pendirian tertanggal 7 Oktober 2025, dengan modal dasar awal sebesar Rp100 juta. Pembentukan entitas anak ini diumumkan melalui keterbukaan informasi BEI pada 16 Oktober 2025.

Dalam catatan perseroan, sepanjang 2025 PGJO juga mendirikan sejumlah entitas anak lainnya. Namun, perseroan disebut belum mencantumkan daftar entitas anak tersebut pada laman profil perusahaan tercatat di BEI. Beberapa entitas yang disebut antara lain PT Niaga Batu Raya, PT Niaga Nikel Raya, PT Panca Pertiwi Tambang, PT Samudera Sejahtera Shipping, serta PT Mega Mitra Marine.

Dari sisi pergerakan saham, menjelang jeda perdagangan sesi pertama, harga saham PGJO berada di level Rp945, terkoreksi 1,05% dari Rp955, merujuk aplikasi IDX Mobile pada pukul 11.08 WIB. Kapitalisasi pasar tercatat menembus Rp745 miliar, dengan volume transaksi 2,88 juta saham.

Aplikasi IDX Mobile juga mencatat nilai transaksi saham PGJO mencapai Rp2,75 miliar. Dari sisi frekuensi, saham PGJO diperdagangkan sebanyak 687 kali hingga menjelang jeda sesi pertama pada hari ini. (*)

# Tag