Philips Dorong Alkes “High-Tech” Buatan Indonesia, TKDN Dibidik Tembus 50%
Philips Indonesia bekerja sama dengan Graha Teknomedika dan Panasonic Healthcare Indonesia (PHC) untuk mendorong kemandirian industri alat kesehatan nasional.
Presiden Direktur Philips APAC, Stephanie Sievers, menuturkan bahwa melalui kerja sama ini Indonesia tidak hanya diarahkan memproduksi perangkat berteknologi rendah, tetapi juga alat kesehatan berteknologi tinggi. Kolaborasi tersebut berfokus pada transfer teknologi dari perusahaan multinasional agar produksi dapat dilakukan di dalam negeri.
“Apabila proses produksi dilakukan di dalam negeri secara menyeluruh, maka tingkat TKDN bisa lebih dari 50%. Seiring dengan pengembangan produk dan kegiatan riset dan pengembangan, tingkat TKDN berpotensi meningkat, khususnya alat kesehatan berteknologi tinggi,” ungkapnya di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Produk yang menjadi fokus Philips Indonesia untuk dinaikkan nilai TKDN-nya adalah ultrasonografi dan patient monitor. Ke depan, Philips berharap dapat memperluas peningkatan TKDN ke perangkat berteknologi tinggi lainnya, seperti CT Scan, cath lab, dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).
Dari sisi produksi, Presiden Direktur Philips Indonesia Astri Ramayanti Dharmawan mengatakan bahwa pada tahap awal produksi akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Philips juga menyiapkan realisasi seluruh komponen pendukung, dengan rencana memulai proses produksi dalam waktu dekat.
“Produksi ditargetkan mulai pada semester pertama tahun ini. Kami telah memiliki gambaran awal terkait rencana produksi, namun besaran produksinya belum dapat kami ungkapkan secara terbuka. Prinsipnya, kami akan memaksimalkan produksi dengan pendekatan local for local,” tuturnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.