Investor Institusi Masih Sedikit, BEI Masih Usahakan Ajak Dapen dan Asuransi Berinvestasi Saham

Investor Institusi Masih Sedikit, BEI Masih Usahakan Ajak Dapen dan Asuransi Berinvestasi Saham
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy, menjawab pertanyaan media di Gedung BEI, Jakarta, pada Senin (26/1/2026). Foto: Nadia K. Putri/SWA

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan rencana untuk menambah jumlah investor institusi domestik di Indonesia. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menyampaikan porsi investor institusi di Indonesia sekitar 15% hingga 20% dari jumlah total investor pasar modal 20,22 juta.

“Kami sedang berbicara dengan beberapa institusi dan kami berharap tahun ini institusi lokal kita bisa lebih banyak berperan,” jelas Irvan kepada awak media saat doorstop di Gedung BEI, Jakarta pada Senin (26/1/2026).

Namun, BEI masih belum berdiskusi lanjut dengan investor institusi dari lembaga dana pensiun (dapen) dan perusahaan asuransi. Meskipun begitu, BEI mengeklaim sudah berdiskusi dengan asosiasi—yang tidak dirinci oleh Irvan, juga Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) atau Danantara Indonesia.

“Kami berharap Danantara bisa masuk ke pasar saham tahun ini... Sampai sekarang sepertinya [Danantara] belum, tapi mereka akan masuk market tahun ini,” lanjut Irvan.

Adapun, rencana Danantara Indonesia masuk ke pasar saham memiliki sejumlah peluang. Irvan menyebutkan, peluang pertama adalah melalui pelaksanaan penawaran umum perdana saham atau IPO dari anak-anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang juga dinaungi Danantara Indonesia.

Kedua, Danantara Indonesia juga memiliki perusahaan manajemen aset melalui PT Danantara Asset Management (Persero) atau Danantara Asset Management (DAM). Selain mengelola surat utang milik negara atau obligasi, Irvan berharap Danantara Asset Management dapat mengelola portofolio saham. Namun, diskusi antara BEI dan Danantara Asset Management dilakukan pada akhir tahun 2025.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 24 Desember 2025, total identitas tunggal investor atau Single Investor Identification (SID) menembus 20.226.040 SID.

Penambahan investor pasar modal itu sayangnya tidak dirinci jumlah investor institusi dan investor ritel. Namun tahun lalu, investor pasar modal bertambah 5.354.401 investor. Dalam paparan BEI pada siang ini, penambahan investor pasar modal hampir menuju 21 juta SID per hari ini.

“Jumlah investor sendiri, secara keseluruhan jumlah investor pasar modal lebih dari 20 juta, menuju 21 juta per hari ini. Jumlah investor di bursa saham lebih dari 9 juta investor,” jelas Irvan dalam pidatonya di Mainhall BEI tadi siang. (*)

# Tag