OCBC Sekuritas Mengantongi Mandat IPO Perusahaan Teknologi, Ini Outlook-nya di 2026
PT OCBC Sekuritas Indonesia menyampaikan rencana perusahaan untuk mengantarkan satu perusahaan teknologi untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Direktur Utama OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan, menjelaskan calon emiten tersebut adalah perusahaan yang asetnya menengah (mid cap).
Menurut regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017, perusahaan yang masuk dalam daftar antre (pipeline) IPO dengan aset berskala menengah itu asetnya senilaiRp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar.
“Di kuartal II dan kuartal III rencana IPO-nya, perusahaan ini berhubungan dengan integrated system, jadi kategori teknologi,” jelas Betty ketika dijumpai awak media di Gedung BEI, Jakarta pada Senin (26/1/2026).
Betty optimistis sektor teknologi masih berpeluang untuk melakukan pencatatan dan penawaran umum perdana saham di BEI. Selain itu, BEI semakin memperketat persyaratan kepada perusahaan-perusahaan yang hendak melaksanakan IPO, sekaligus memperkuat regulasi underwriting perusahaan-perusahaan teknologi yang akan IPO.
“Untuk IPO juga semakin ketat, sehingga kami optimistis bahwa ini juga merupakan perusahaan dengan fundamental yang bagus. Jadi, bukan seperti yang zaman masih startup,” tegas Betty kepada SWA.co.id.
Betty mencermati tren di lima tahun lalu itu perusahaan startup teknologi melantai di bursa dan perusahaan-perusahaan tersebut cenderung mengalami kejatuhan harga pasca IPO. Selain itu, proses underwriting dari sekuritas penjamin emisi efek disorot pelaku pasar lantaran kinerja fundamental perusahaan teknologi itu belum mencetak kinerja finansial yang kinclong.
Betty mengatakan pihaknya selaku underwriter cenderung selektif dalam membawa calon perusahaan tercatat untuk melantai di BEI. Sebab, perusahaan ini berkomitmen untuk memilih perusahaan IPO dengan fundamental kuat, berkinerja baik, serta memiliki prospek dan masa depan kegiatan usaha yang bagus.
Pada 2025, OCBC Sekuritas tercatat menjadi penjamin emisi efek kepada perusahaan-perusahaan IPO di BEI. Melansir dari laman e-ipo.co.id, perusahaan ini menjadi penjamin emisi efek pada IPO saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) di 23 September 2025 dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) pada 9 Juli 2025.
Kemudian, OCBC Sekuritas menjadi penjamin emisi efek PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) pada 25 Maret 2025. Perusahaan ini menjadi penjamin emisi efek untuk PT Hero Global Investment Tbk (HGII) pada 9 Januari 2025. (*)