Transformasi Mandiri Sekuritas: Dari Perusahaan Sekuritas Tradisional Menjadi "Tech-Forward"
PT Mandiri Sekuritas menegaskan posisinya sebagai salah satu pemimpin di industri sekuritas Indonesia melalui transformasi digital.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, menekankan bahwa kunci keberhasilan perusahaan terletak pada penerapan konsep ambidexterity. Strategi ini memungkinkan Mandiri Sekuritas tetap mengeksploitasi kapabilitas utamanya di investment banking dan pasar modal institusional, sekaligus secara agresif mengeksplorasi peluang baru di pasar ritel digital.
Hal itu disampaikan Oki dalam acara Conference & Awarding Majalah SWA bertema “Leveraging Digital Innovation and Customer Experience Approach to Achieve Business Excellence” yang digelar di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
“Kita tidak hanya mengeksplorasi kapabilitas yang ada, tetapi kita melihat visi ke depan bahwa retail market adalah bisnis yang sangat besar secara global,” ujar Oki dalam paparannya.
Salah satu tonggak transformasi tersebut adalah peluncuran platform Growin. Oki mengungkapkan, sekitar tiga tahun lalu perusahaan memutuskan berhenti bergantung pada vendor pihak ketiga. Sebelumnya, platform lama (MOS) dinilai pasif, tidak tangkas (agile), dan memiliki keterbatasan dari sisi kontrol keamanan siber karena source code berada di tangan vendor.
Kini, Mandiri Sekuritas membangun kapabilitas internal yang lebih kuat. Tim TI berkembang dari sekitar 20 orang staf pendukung menjadi lebih dari 100 orang yang fokus pada pengembangan produk.
Perusahaan juga memperkuat organisasi dengan peran strategis seperti Chief Technology Officer (CTO), Chief Digital Business, dan Chief Information Security Officer (CISO). Growin dibangun sepenuhnya secara in-house untuk memastikan kepemilikan penuh atas pengembangan platform sekaligus keamanan data.
Keunggulan kompetitif Mandiri Sekuritas turut diperkuat melalui kolaborasi strategis di ekosistem Mandiri Group. Mandiri Sekuritas disebut menjadi satu-satunya perusahaan sekuritas yang terintegrasi langsung dengan platform mobile banking Livin’ by Mandiri.
Integrasi ini memberi akses instan bagi lebih dari 30 juta nasabah Bank Mandiri untuk bertransaksi saham langsung dari aplikasi perbankan mereka. Dampaknya terlihat pada pengalaman pelanggan: proses pembukaan rekening yang sebelumnya bisa memakan waktu hingga dua minggu, kini dapat diselesaikan kurang dari 15 menit.
Transformasi digital tersebut juga menjawab pergeseran demografi investor di Indonesia. Saat ini, Mandiri Sekuritas mengelola lebih dari 1 juta nasabah, dengan 60% di antaranya berasal dari generasi Z (Gen Z).
Dari sisi kinerja, inovasi ini mendorong kenaikan aktivitas transaksi. Total nilai transaksi harian disebut mencapai Rp7 triliun, dan lebih dari 50% transaksi tersebut berasal dari segmen ritel.
Menutup paparannya, Oki menegaskan inovasi digital bukan proyek sekali jalan, melainkan proses berkelanjutan. Growin dirancang menjadi bisnis yang future-ready, termasuk dengan kemampuan plug-and-play yang memudahkan penambahan fitur baru — termasuk pengembangan berbasis AI — di masa depan.
“Objektifnya adalah menjadikan produk ini sebagai strategi yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Oki. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.