SWA Media Group Gelar Awarding 2025: Apresiasi Transformasi Perusahaan di Bidang Inovasi Digital, Pemasaran, dan Customer Experience

SWA Media Group Gelar Awarding 2025: Apresiasi Transformasi Perusahaan di Bidang Inovasi Digital, Pemasaran, dan Customer Experience

Majalah SWA dan Business Digest sukses menyelenggarakan ajang penghargaan prestisius bagi dunia korporasi Indonesia di Shangri-La Hotel Jakarta. Mengusung tema “Leveraging Digital Innovation and Customer Experience Approach to Achieve Business Excellence”, acara ini memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang berhasil melakukan transformasi di bidang inovasi digital, pemasaran, dan pengalaman pelanggan.

Rangkaian acara ini terdiri dari konferensi dan penyerahan tiga kategori penghargaan utama, yaitu Indonesia Best Digital Innovation Award 2025, Indonesia Digital Marketing Champion 2025 dan Indonesia Customer Experience Champion 2025.

Dalam sambutannya, Kemal E. Gani, Chairman SWA Media Group, menekankan pentingnya konsep ambidextrous organization. Merujuk pada pemikiran Profesor Michael Tushman dari Harvard, Kemal menjelaskan bahwa perusahaan harus mampu menjalankan dua mesin secara paralel: menjaga bisnis inti tetap optimal sambil terus melakukan langkah-langkah inovasi terobosan (discontinuous innovation) untuk mencapai lompatan bisnis yang signifikan.

"Di sisi lain, kami memandang customer experience bukan lagi sekadar layanan pendukung, melainkan sebuah produk ekonomi yang didesain secara prima sesuai kebutuhan pelanggan," ujar Kemal mengutip konsep dari Profesor Joseph Pine dan James Gilmore.

Dia juga menambahkan bahwa di era digital marketing saat ini, penggunaan teknologi harus mampu memberikan pengalaman yang nyata dan bermanfaat bagi pelanggan, bukan sekadar mengejar popularitas semata.

Penentuan pemenang dilakukan melalui proses seleksi yang ketat dan objektif. Untuk Indonesia Best Digital Innovation, peserta melalui tahap penjaringan, seleksi administrasi, hingga presentasi di hadapan dewan juri pada Oktober 2025. Penilaian didasarkan pada variabel Discover, Define, Develop, Deliver, serta hasil (Outcome/Impact) terhadap kinerja perusahaan.

Kemudian untuk Customer Experience Champion, penilaian dilakukan melalui dua jalur, yaitu survei terhadap 5.000 pelanggan untuk memotret pengalaman nyata mereka, serta penjaringan best practices langsung dari perusahaan.

Dewan juri yang terlibat merupakan pakar dari berbagai bidang, antara lain Ir. Richard Kartawijaya, MBA, Muhammad Awaluddin (Mantan Wadirut Telkom), Dr. Dina Dellyana (iDNA Consulting), hingga akademisi seperti Prof. Riri Fitri Sari, Ph.D (Guru Besar UI) dan Avanti Fontana, Ph.D, pakar bidang ekonomi inovasi, strategi dan manajemen inovasi dari FEB UI.

Selain sesi penganugerahan, acara ini menghadirkan sesi konferensi yang diisi oleh para pemimpin bisnis terkemuka untuk berbagi wawasan (insight), di antaranya Oki Ramadhana, Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Ruth Retno Dewi, Direktur PT Karsa Inti Tuju Askara (Go Apotik) dan Eko Lisysantaka, Head of Business Improvement & SPM Sinarmas Mining.

Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana dalam paparannya membagikan bagaimana perusahaan sekuritas ini mempraktikan ambidextrous organization, dengan membangun aplikasi Growin serta ekosistemnya yang pada akhirnya memberi pertumbuhan positif bagi perusahaan.

“Jadi kami sudah mulai bangun aplikasi ‘Growin’ 3 tahun, lalu di situ kami baru memikirkan digital innovation strategy, untuk ini satu hal yang penting yang saya tekankan disini adalah benar-benar role atau commitment itu dari top management, terutama CEO itu harus benar-benar buy-in mengenai digital innovation strategy, dari situ baru sampai ke bawah itu digital innovation itu akan terimplementasi,” ungkap Oki.

“Kemudian juga mindset-nya. Karena ini yang paling susah, cultural change di suatu perusahaan, terutama kami di perusahaan sekuritas, di dunia keuangan yang sangat prudent, governance-nya, sangat kami prioritaskan, tetatpi dalam waktu yang sama kita harus hajar, kita harus benar-benar continue to innovate,” lanjutnya.

Pembicara kedua, Ruth Retno Dewi, Direktur Go Apotik, menekankan pada peran platform digital Go Apotik yang mampu mengakselerasi bisnis UMKM Apotek di Indonesia untuk bisa memperluas pasar dan meningkatkan penjualan.

‘Salah satu contoh success story dari digital marketing yang kami lakukan, ini adalah salah satu apotek UMKM kita yang ada di Bekasi. Sebelumnya, mereka lama berjualan secara offline, mereka baru masuk ke online itu dari periode 6 bulan, sebelumnya mereka yang hanya mendapatkan konsumen dari satu titik, dari penduduk atau masyarakat sekitar mereka, sekarang jumlah konsumennya meningkat sampai dengan 10 kali lipat setiap bulannya. Mereka bisa melakukan pengiriman hingga saat ini sudah mencapai 400 kota di Indonesia,” jelas Ruth.

Melalui ajang ini, Majalah SWA dan Business Digest berharap dapat mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk terus meningkatkan daya saing melalui integrasi inovasi digital dan pendekatan pengalaman pelanggan yang unggul demi keberlangsungan bisnis di masa depan.

Berikut adalah para peraih penghargaan dalam ajang tersebut, untuk Indonesia Digital Marketing Champions 2025 di antaranya PT Bank Sinarmas Tbk, PT Karsa Inti Tuju Askara (GoApotik), PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Emaara Aksaya Patra, PT Great Eastern Life Indonesia, dan PT Bussan Auto Finance (BAF).

Adapun Indonesia Customer Experience Award 2025 di antaranya Bank Mandiri, Livin' by Mandiri, Mandiri e-Money, Enervon-C, Natur-E, Neozep Forte, Dompet Dhuafa, MODENA, KMN EyeCare, OPPO, SHARP, SOLARIA, Antam Logam Mulia, GT Radial, PT dan Bank Syariah Indonesia Tbk.

Sementara para peraih penghargaan untuk Indonesia Customer Experience Champions 2025 di antaranya PT Bank Central Asia Tbk, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), PT Great Eastern Life Indonesia, PT Emaara Aksaya Patra, BAZNAS RI dan PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag