JBA Indonesia Optimistis Laju Bisnis Kendaraan Bekas Kian Bergulir Kencang di 2026

JBA Indonesia, lini usaha dari PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), berhasil menjual kendaraan bekas sebanyak 124 ribu unit di 2025. Denny Gunawan, Chief Operating Officer JBA Indonesia, mengamati tren bisnis kendaraan bekas ini masih tetap cerah di 2026.

"Awal tahun ini penjualan kendaraan baru masih berada di bawah target yakni 20%. Penyebabnya harga kendaraan baru kian sulit dijangkau konsumen. Alhasil, konsumen mencari alternatif lain dan melihat kendaraan bekas sebagai opsi," ungkapnya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Dari sisi kondisi unit, kendaraan bekas yang tersedia saat ini di JBA Indonesia masih dalam kondisi layak jual. Bahkan pada kegiatan lelang di berbagai daerah, stok kendaraan yang tersedia masih cukup banyak dan kualitasnya masih memenuhi standar.

Sebagian besar pembeli di JBA Indonesia adalah pedagang. Hal ini juga menandakan kendaraan bekas masih menjadi opsi besar bagi para pedagang untuk mencari unit kendaraan lalu menjualnya kembali.

Stategi Penjualan di 2026

Denny menuturkan porsi kendaraan bekas di JBA Indonesia berasal dari perusahaan-perusahaan pemilik aset kendaraan. Mayoritas perusahaan ini menjual kendaraannya melalui mekanisme lelang.

"Perusahaan rental kendaraan juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun lalu, pertumbuhan dari segmen rental 40%. Sementara penjualan kendaraan dari perusahaan pemilik aset bahkan mencatatkan pertumbuhan hampir 100%," tuturnya.

Perusahaan pemilik aset, lanjut Denny, menginginkan proses penjualan yang transparan serta nilai yang optimal di balai lelang. Nilai tersebut dapat diperoleh melalui pelelangan, sebab ratusan peserta yang ikut lelang berpotensi melakukan penawaran. Jika dibandingkan dengan penjualan langsung, jumlah calon pembeli yang dapat dijangkau biasanya jauh lebih terbatas.

Sementara perusahaan pembiayaan menjadi kontribusi terbesar yang memasok mobil bekas di JBA Indonesia. Namun dalam dua tahun terakhir, porsi tersebut cenderung menurun. Penurunan ini bukan disebabkan berkurangnya pasokan, melainkan karena perusahaan secara aktif melakukan perbaikan dan penyeimbangan portofolio.

Saat ditanyai soal target penjualan, Denny memproyeksikan penjualan kendaraan bekas di 2026 ini melampaui penjualan di tahu lalu. JBA pun melakukan proses pelalangan secara nasional. Pendekatan digital marketing juga dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk menjangkau segmen konsumen akhir, tetapi juga segmen pelaku usaha. "Dengan demikian, portofolio penjualan menjadi lebih seimbang, mencakup kendaraan dari perusahaan pembiayaan, perusahaan pemilik aset, hingga perusahaan rental," pungkasnya.

MPV Favorit Konsumen

Pasokan kendaraan yang masuk ke balai lelang JBA Indonesia pada dasarnya juga mencerminkan jenis kendaraan baru yang paling banyak terjual di pasar. Adapun Toyota menjadi mayoritas mobil yang paling diminati mulai dari Avanza, Veloz, hingga Innova. Kemudian disusul Daihatsu seperti Terios dan Sigra.

"Kendaraan yang mendominasi lelang adalah kendaraan jenis MPV. Hal ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya suplai pada periode tertentu, misalnya menjelang Lebaran, sehingga minat peserta lelang juga cenderung pada kendaraan tersebut," ucap Denny.

Adapun segmen kendaraan mewah, lanjut Denny, kinerjanya cukup baik. Ini tercemin dari rasio penjualan (sold ratio) yang relatif tinggi sekitar 50% untuk sejumlah jenis kendaraan. Adapula model tertentu yang sold ratio berada di 20%.

Dari sold ratio tersebut, menunjukkan kendaraan dengan harga yang sangat tinggi cenderung memiliki pasar yang lebih terbatas. "Meskipun jumlah unit yang tersedia terlihat cukup banyak, minat beli terhadap kendaraan dengan harga tinggi tidak selalu besar, terutama ketika konsumen menjadi lebih selektif dalam memilih kendaraan," ujarnya.

Sementara kendaraan niaga seperti truk, dilakukan pengelompokan dan penempatan secara khusus agar lebih mudah diidentifikasi dan dinilai. Pengelompokan ini bertujuan untuk menghindari kesalahan klasifikasi, sehingga peserta lelang dapat memahami dengan jelas jenis kendaraan yang ditawarkan dan melakukan penawaran secara tepat. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag