GoApotik Digitalisasi Ribuan Apotek UMKM, Jangkauan Meluas hingga 400 Kota
Industri kesehatan tanah air mengalami transformasi digital yang signifikan. Salah satu pemain utama di sektor ini, GoApotik yang di bawah naungan PT Karsa Inti Tuju Askara, membuktikan digitalisasi adalah kunci bagi apotek kecil atau UMKM untuk naik kelas dan memperluas jangkauan bisnis mereka secara nasional.
Ruth Retno Dewi, Direktur PT Karsa Inti Tuju Askara (KITA), mengungkapkan GoApotik kini telah bekerja sama dengan lebih dari 8.000 apotek UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Melalui ekosistem digital ini, produk kesehatan telah disalurkan ke lebih dari 400 kota, membentang dari Sabang hingga Merauke.
Hal itu disampaikan Ruth pada Conference & Awarding Majalah SWA yang mengusung tema Leveraging Digital Innovation and Customer Experience Approach to Achieve Business Excellence di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Sebelum bergabung dengan ekosistem digital, apotek UMKM umumnya hanya mampu melayani konsumen yang berada di lokasi sekitar mereka. Namun, GoApotik hadir dengan misi utama mendigitalisasi apotek-apotek tersebut agar memiliki jangkauan yang lebih luas.
"Kami memfasilitasi para apotek UMKM untuk bisa mendapatkan jangkauan lebih luas lagi melakukan pengiriman produk ke seluruh Indonesia," ujar Ruth Retno Dewi.
Saat ini, infrastruktur GoApotik telah mencakup 212 titik di Indonesia, yang memastikan layanan pengiriman produk kesehatan dapat dilakukan secara aman, cepat, dan terpercaya langsung ke tangan pelanggan.
Keberhasilan GoApotik tidak lepas dari penerapan strategi digital marketing yang agresif dan berbasis data (data-driven approach). Ruth menjelaskan bahwa pihaknya mengadopsi konsep AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action) yang diterjemahkan ke dalam channel digital untuk memberikan nilai tambah bagi brand dan apotek mitra.
Langkah-langkah strategis yang dilakukan GoApotik meliputi peningkatan awareness dengan memastikan produk dan apotek terdaftar serta mudah ditemukan di platform e-commerce dan media sosial seperti Instagram dan TikTok. Kedua, memaksimalkan penggunaan fitur home page banner dan e-commerce ads berbasis sistem bidding untuk meningkatkan visibilitas.
Ketiga, bekerja sama dengan affiliator serta mengadakan webinar bagi para apoteker agar mereka menjadi garda terdepan dalam memberikan penjelasan kepada pasien. Keempat, mendorong transaksi melalui promo di periode khusus seperti payday atau double date, serta melakukan re-targeting melalui CRM agar konsumen menjadi pembeli tetap (repeat buyer).
Dampak dari digitalisasi ini dirasakan langsung oleh para mitra. Salah satu kisah sukses datang dari sebuah apotek UMKM di Bekasi. Setelah rutin menjalankan aktivitas digital marketing selama tiga bulan, apotek tersebut mencatatkan kenaikan jumlah konsumen hingga 10 kali lipat setiap bulannya.
Apotek yang awalnya hanya melayani warga sekitar kini mampu mengirimkan produk ke 400 kota di Indonesia. Testimoni dari mitra lain juga senada, menyatakan bahwa penjualan meningkat secara signifikan setelah bergabung dengan ekosistem GoApotik selama beberapa tahun.
Dengan transparansi data yang ditawarkan oleh platform digital, GoApotik berkomitmen untuk terus meningkatkan return on investment (ROI) bagi para mitranya dan memastikan akses kesehatan yang lebih mudah bagi seluruh masyarakat Indonesia. (*)