Produksi Migas 2025 Naik, Medco Energi Pasang Target Agresif di 2026

Produksi Migas 2025 Naik, Medco Energi Pasang Target Agresif di 2026

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) merilis kinerja operasional tahun buku 2025. Emiten energi milik keluarga Panigoro ini tercatat menghasilkan produksi minyak dan gas bumi (migas) mencapai mencapai 156 mboepd sepanjang tahun lalu. Capaian ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 152 mboepd lewat dukungan proyek-proyek baru di Blok B Natuna serta langkah strategis meningkatkan kepemilikan operasional di PSC Corridor menjadi 70%.

Tak hanya operasional, sisi cadangan perusahaan juga menunjukkan performa positif. Cadangan 2P (terbukti dan terduga) meningkat signifikan menjadi 564 mmboe per akhir 2025, naik dari 493 mmboe pada tahun sebelumnya.Indeks Umur Cadangan 2P perseroan meningkat menjadi 11,4 tahun.

Di sektor kelistrikan, Medco Power berhasil membukukan penjualan sebesar 4.371 GWh. Menariknya, pertumbuhan penjualan energi terbarukan melesat 25% berkat kontribusi pembangkit listrik di Ijen dan Bali Timur.

Atas kinerja ini, Medco memanjakan pemegang saham dengan total pengembalian dana mencapai US$110 juta sepanjang 2025 melalui dividen (US$80 juta) dan buyback saham (US$30 juta).

Berbekal momentum kuat dari tahun lalu, MedcoEnergi memasang target agresif untuk tahun 2026. Perseroan membidik produksi migas di kisaran 165–170 mboepd. Jika tercapai, angka ini akan menjadi level produksi tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Perseroan.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Pada kuartal IV-2025, Medco sudah sempat menyentuh angka produksi harian rata-rata 176 mboepd. Untuk sektor listrik, target penjualan dinaikkan menjadi 4.550 GWh di 2026, di mana 24% di antaranya diharapkan datang dari sumber energi baru terbarukan (EBT).

CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, menyatakan disiplin modal dan keunggulan operasional akan menjadi kunci utama dalam menghadapi tahun depan.

"Memasuki tahun 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal," tegas Roberto. Harga saham MEDC pada penutupan perdagangan hari ini turun sebesar 0,98%, menjadi Rp1.515 dari perdagangan sebelumnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag