Perajin Perhiasan di Bali Terimbas Lonjakan Harga Perak

Perhiasan perak di gerai pajang. (Foto : Silawati/SWA).
Perhiasan perak di gerai pajang. (Foto: Silawati/SWA).

Lonjakan harga perak murni dari PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dalam beberapa hari terakhir ini mulai menekan keberlangsungan usaha perajin perhiasan perak. Kenaikan harga yang cepat dan tidak stabil bukan hanya mendorong biaya produksi, tetapi juga memaksa sebagian pelaku usaha menghentikan sementara aktivitas produksi.

Harga perak Antam di Senin pekan ini naik Rp1.350 atau menjadi Rp65.600 per gram. Harganya naik Rp1.150 atau menjadi Rp66.750 per gram pada Selasa pekan ini. Pada 28 Januari 2026, harga perak Antam tercatat melonjak Rp2.700 menjadi Rp69.450 per gram.

Kondisi tersebut menempatkan perajin perhiasan perak dalam situasi sulit. Harga bahan baku yang terus bergerak naik dari hari ke hari membuat pelaku usaha kesulitan menghitung biaya produksi sekaligus menentukan harga jual ke konsumen.

Pemilik Bara Gold and Silver Jewelry, Putu Sudi Adnyani, mengatakan ketidakstabilan harga perak telah memaksa usahanya menghentikan sementara proses produksi. Selain faktor harga, melemahnya minat beli masyarakat turut memperparah tekanan di sisi permintaan.

“Sudah dua minggu terkahir ini kami jeda produksi. Bahan baku perak kosong di mana-mana,” ujar Sudi kepada SWA.co.id di Denpasar, Bali, Rabu (28/1/2026).

Minimnya pasoakn bahan baku berdampak langsung pada pemenuhan pesanan pelanggan. Sejumlah order yang sudah diterima terpaksa tertunda, bahkan berhenti di tengah proses pengerjaan.“Pesanan tidak bisa dikerjakan karena tidak ada bahan baku. Barang setengah jadi menumpuk,” katanya.

Menurut Sudi, masalah utama bukan semata kenaikan harga, melainkan volatilitas yang terlalu tinggi. Perubahan harga yang terjadi hampir setiap hari membuat perajin sulit melakukan penyesuaian harga secara rasional kepada konsumen.

Sudi cukup kesulitan untuk menyesuaikan harga jual produk yang diakibatkan fluktuasi harga dan pasokan perak. "Satu-satunya pilihan ya menunggu harga perak stabil dulu,” ujarnya.

Ia berharap harga perak dapat kembali bergerak lebih terkendali agar aktivitas produksi bisa kembali berjalan dan roda ekonomi perajin perak kembali berputar. “Kalau pun naik, yang penting stabil, bukan tidak menentu seperti sekarang,” pungkasnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag