Tembus Rp128 Triliun, Pasar FMCG E-commerce Indonesia 2025 Tumbuh 27%

Pasar Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di e-commerce Indonesia menunjukkan ketangguhan luar biasa di tahun 2025. Laporan terbaru Compas.co.id FMCG E-commerce Outlook Report 2026 mencatat total nilai penjualan (YTD November 2025) menembus angka Rp128 triliun, tumbuh signifikan sebesar 27,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh peningkatan konsumsi, namun juga pergeseran fundamental perilaku belanja konsumen dari sekadar transaksional menjadi bagian dari rutinitas gaya hidup (habitual buying).

“Tahun 2025 membuktikan bahwa pasar digital Indonesia semakin matang. Kita melihat konsumen tidak lagi hanya berbelanja kebutuhan dasar, tetapi berinvestasi pada kualitas hidup. Mulai dari kenyamanan rumah, perawatan diri yang holistik, hingga stok kebutuhan dapur yang lebih cerdas. Ini adalah sinyal kuat bagi brand untuk menyesuaikan strategi mereka di tahun 2026,” kata Hanindia Narendrata, CEO Compas.co.id, Jumat (30/1/2026).

Salah satu temuan paling menonjol adalah perubahan peta kekuatan platform. Meskipun Shopee tetap memimpin pangsa pasar dengan 55,9%, Shop Tokopedia Group muncul sebagai mesin pertumbuhan baru dengan lonjakan nilai transaksi sebesar 60%, mencapai Rp50,2 triliun. Hal ini menandakan keberhasilan model Discovery Commerce yang mengintegrasikan konten hiburan dengan belanja.

Laporan Compas.co.id juga menyoroti beberapa tren kategori yang mendefinisikan tahun 2025:

  • F&B: Kategori ini tumbuh 31% menjadi Rp26,2 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh perubahan perilaku konsumen yang beralih ke pembelian bulk (ukuran besar/karton). Kategori Kopi mencatat rekor pertumbuhan 120%, mengindikasikan budaya ngopi yang semakin kuat di rumah.
  • Beauty (Kecantikan): Kecantikan masih menjadi kategori terbesar dengan kontribusi 52,1% . Menariknya, kategori Parfum & Wewangian tumbuh 53% mencapai Rp6,1 triliun, menandakan wewangian telah menjadi kebutuhan esensial harian.
  • Homecare: Kategori perlengkapan rumah tangga tumbuh 30% mencapai Rp4 triliun. Pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh pengharum ruangan (+65%), menunjukkan konsumen berinvestasi pada suasana (ambiance) tempat tinggal mereka.
  • Health: Kesadaran preventif mendorong pertumbuhan kategori kesehatan sebesar 21%. Sub-kategori suplemen kecantikan melonjak 81%, mengonfirmasi tren wellness yang menggabungkan kesehatan dan kecantikan.

Menyambut tahun 2026, Compas.co.id memproyeksikan tren pertumbuhan akan berlanjut dengan fokus pada retensi konsumen melalui strategi bundling dan pemanfaatan multi-channel. “Brand tidak bisa lagi mengandalkan satu strategi untuk semua channel,” tutup Narendrata. (*)

# Tag