Penjualan Mobil Listrik Global Naik 30% Sepanjang 2025, Tetapi Kontras di Pasar AS

Penjualan Mobil Listrik Global Naik 30% Sepanjang 2025, Tetapi Kontras di Pasar AS
Jejeran unit JAECOO J5 EV yang siap diserahkan kepada konsumen dalam rangkaian acara handover. (dok. Jaecoo)

Industri otomotif global mencatatkan tonggak sejarah baru pada penghujung tahun 2025. Berdasarkan data terbaru dari PwC yang dilansir dari www.strategyand.pwc.com pada Minggu (01/02/2026), penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) secara global untuk pertama kalinya menembus angka 4 juta unit dalam satu kuartal, yakni pada kuartal IV (Q4) 2025.

Pencapaian ini menandai pergeseran struktural dalam lanskap transportasi dunia. Sepanjang 2025, lebih dari 20% kendaraan yang terjual secara global merupakan BEV, dengan pertumbuhan tahunan pasar mencapai 30%. Angka ini menegaskan akselerasi adopsi kendaraan listrik yang kian menguat di berbagai kawasan.

Tiongkok kembali mengukuhkan posisinya sebagai motor utama pertumbuhan global. Pada Q4 2025, penjualan BEV di Negeri Tirai Bambu tumbuh 16%, didorong membanjirnya model BEV berharga terjangkau.

Menariknya, di tengah lonjakan BEV, minat konsumen terhadap kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) justru menyusut 12%, menandakan pergeseran preferensi yang semakin tegas ke kendaraan listrik murni.

Di Eropa, lima pasar utama mencatatkan kinerja solid dengan pertumbuhan penjualan BEV sebesar 41% pada periode yang sama. Italia tumbuh 44%, Jerman 56%, dan Spanyol mencatatkan lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan 77%.

Kebangkitan pasar Jerman menjadi sorotan, setelah sebelumnya sempat mengalami fluktuasi akibat perubahan kebijakan subsidi dan dinamika ekonomi domestik.

Kontras di pasar Amerika Serikat

Berbanding terbalik dengan tren positif di Asia dan Eropa, pasar Amerika Serikat justru mengalami tekanan signifikan. Penjualan BEV di AS anjlok 31% secara tahunan (year-on-year) pada kuartal IV 2025.

Penurunan ini terutama dipicu oleh berakhirnya program insentif pajak kendaraan listrik. Pada kuartal III (Q3) sebelumnya, konsumen AS tercatat melakukan pembelian besar-besaran untuk memanfaatkan subsidi sebelum kebijakan tersebut dihentikan. Dampaknya, permintaan pada kuartal akhir tahun mengalami penurunan tajam, menciptakan efek “kekosongan” pasar. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag