Indonesia Paradise Property (INPP) Siapkan Lompatan Baru di Tahun Kuda Api
Manajemen PT Indonesia Paradise Property Tbk (INPP) menutup tahun 2025 dengan senyum semringah. Pasalnya INPP berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan yang solid di segmen perhotelan, komersial, dan penjualan properti.
Beberapa tonggak keberhasilan pada tahun 2025 yang menjadi momentum penting bagi INPP dimana tiga proyek utama yaitu 23 Paskal Extension, Citadines Antasari, dan Antasari Place berhasil diselesaikan tepat waktu. Khusus Antasari Place, penjualannya mencetak rekor dari 980 unit yang dipasarkan, lebih dari 93% telah terjual, menyisakan hanya sekitar 70 unit.
Beberapa tonggak keberhasilan pada tahun 2025 INPP berhasil menyelesaikan tiga proyek utama, yakni 23 Paskal Extension, Citadines Antasari, dan penyelesaian Antasari Place. Dari total 980 unit Antasari Place, kini hanya tersisa sekitar 70 unit, atau lebih dari 93% telah terjual.
Surina, Direktur Keuangan INPP, mengatakan tahun 2025 menjadi pencapaian bersejarah bagi Perseroan. Hal ini tercermin dari pendapatan perusahaan menembus titik tertinggi sepanjang sejarah INPP, bahkan melampaui target yang ditetapkan manajemen.
“Hingga September saja, Paradise Indonesia telah membukukan Rp1,3 triliun, setara dengan capaian penuh tahun sebelumnya. Angka itu diyakini akan semakin besar setelah proses audit rampung,” kata Surina dalam Paradise Indonesia Business Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan selain dari lini properti, Paradise Indonesia juga mencatat lonjakan laba signifikan berkat investasi Hankyu Hanshin Properties asal Jepang, yang menyumbang sekitar Rp500 miliar pada laba bersih kuartal III 2025.
Kontribusi pendapatan perseroan di tahun lalu itu menunjukkan portofolio yang semakin seimbang yaitu perhotelan (36%), komersial (33%), dan properti (31%). Porsi properti yang biasanya hanya 20%-25% kini meningkat tajam, hal ini menandai keberhasilan strategi diversifikasi yang dijalankan Paradise Indonesia.
Melangkah ke tahun 2026, INPP memiliki beberapa agenda besar untuk mempertahankan kinerjanya. Anthony P. Susilo, Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, menyampaikan salah satunya menargetkan penyelesaian pembangunan 23 Semarang Mall pada kuartal II-2026.
Selain itu, Perseroan juga akan memulai pembangunan proyek 88 Plaza Balikpapan, yang menjadi salah satu penggerak pertumbuhan baru INPP tahun ini dan akan dilaunching pada April 2026.
Rencananya pembangunan akan dimulai secara bertahap. Fase awal berupa pekerjaan infrastruktur dijadwalkan berlangsung pada akhir kuartal I-2026, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan struktur utama pada kuartal III-2026.
Diakui Anthony, tahun ini menjadi tahun penting bagi Paradise Indonesia, karena 88 Plaza Balikpapan merupakan proyek pertama kalinya menggarap proyek mid-to-low density.
“Selama ini Paradise identik dengan high density development. Di Balikpapan, 88 Plaza kami kembangkan sebagai mid to low density mixed use, dengan komponen hotel, komersial, dan residensial,” tutur Anthony.
88 Plaza Balikpapan merupakan proyek seluas 8 hektare ini akan dikembangkan bertahap. Fase pertama, seluas 3 hektare, difokuskan pada area komersial, sementara fase berikutnya akan mencakup hotel dan residensial.
Surina menambahkan, tahun ini Indonesia Paradise Property (INPP) menyiapkan belanja modal sekitar Rp500–600 miliar. Nilainya memang tidak sebesar tahun lalu karena sebagian proyek besar telah rampung, khususnya pembangunan Antasari dan 23 Semarang Mall yang masih berjalan.
“Sekitar 78% dari total capex dialokasikan untuk ekspansi, dan 22% untuk kebutuhan operasional. Fokus utama kami tahun ini ada pada pengembangan 23 Semarang Mall dan proyek di Balikpapan,” ujar Surina.
Anthony menegaskan tetap konsisten dengan strategi 4M—Middle Up, Mid Size, Mixed Use, di Major Cities yang menekankan fokus pada segmen menengah atas, proyek berskala menengah, dan ekspansi di kota besar.
Namun, 2026 menjadi tahun intensifikasi, bukan sekadar ekspansi. Sejumlah hotel akan direnovasi besar-besaran, termasuk penambahan fasilitas Spa dan MICE di Sheraton Bali dan FX Sudirman yang diproyeksikan mendongkrak pendapatan hingga 5–10%. Targetnya untuk mendongkrak target revenue tahun 2027.
Ke depan, INPP menyiapkan pengembangan Tower 2 Antasari Place, dengan detail rencana yang akan diumumkan pada semester II-2026. “Perseroan berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan double-digit, baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas,” tutur Anthony. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.