Pjs Direktur Utama BEI Mengarah ke Sosok Jeffrey Hendrik, Ini Profilnya

Salah satu dewan direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi, pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama lembaga regulator tersebut adalah Jeffrey Hendrik. Menurut salah satu sumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penunjukan tersebut berlangsung lewat mekanisme internal BEI.

“Kan mekanisme internal itu, tanya yang kepala ini. OJK nggak ikut-ikut,” tegas Angogta Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi kepada awak media di ruang media Gedung BEI, Jakarta pada Selasa (3/2/2026).

Sementara, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI, Sunandar mengonfirmasi, bahwa penunjukkan pejabat sementara Direktur Utama BEI menjadi Jeffrey Hendrik, yang sebelumnya adalah Direktur Pengembangan BEI.

“Udah Pak Jeffrey. Pak Jeffrey,” kata Sunandar menimpali pernyataan Hasan. “Waktu hari Jumat langsung [ditunjuk]. Nah cuma kan mekanisme pengunduran dirinya [Iman Rachman] harus berproses. Sementara penggantinya itu, Pak Jeffrey… Pergantian [sampai Juni], sudah efektif [Jeffrey]. [Pengunduran resmi Iman Rachman] dari Dirut-nya,” lanjut Sunandar di ruang media Gedung BEI siang ini.

Namun ketika dikonfirmasi kembali sebelumnya, Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik meminta publik untuk menunggu konfirmasi lanjut soal pengesahan pejabat sementara Direktur Utama BEI.

“Ditunggu saja,” ujar Jeffrey di Wisma Danantara Indonesia kepada awak media pada 1 Februari 2026.

Senada dengan Jeffrey, Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad juga menegaskan bahwa keputusan dan operasional tetap berlangsung normal pasca pengunduran diri Iman Rachman, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama BEI.

“Kami masih belum dapat mengeluarkan pernyataan resmi karena masih terdapat proses yang masih harus dijalankan,” tegas Kautsar pada pernyataan tertulis pada awak media pada 2 Februari 2026.

Sebelum menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey pernah menjadi Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan OJK pada tahun 2021. Jeffrey juga menjadi Pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Anggota Departemen Perdagangan Efek (2020-2022) dan Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019-2020).

Awal berkarier, Jeffrey mulai bekerja di PT Zone Pratama pada tahun 1994-1996, tepat setelah meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti pada tahun 1995. Setelah itu, Jeffrey bekerja sebagai Corporate Finance PT Transpacific Securindo (1996-1999) dan sebagai Direkut Utama PT Phintraco Sekuritas (1999-2022).

Jeffrey pertama kali ditunjuk resmi oleh pemegang saham BEI di Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, yang digelar pada 29 Juni 2022. Para pemegang saham saat itu sepakat, Jeffrey menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag