Sambut POJK 35/2025, BRI Finance Terapkan Pembiayaan Berbasis Risiko
BRI Finance menyambut baik penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35 Tahun 2025 yang memberikan relaksasi uang muka (DP) hingga 0% bagi perusahaan pembiayaan yang memenuhi kriteria tertentu. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah antisipatif regulator untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan sektor pembiayaan sekaligus memperkuat daya dorong industri otomotif nasional.
Relaksasi DP tersebut dinilai membuka ruang yang lebih luas bagi perusahaan pembiayaan untuk menjangkau konsumen yang memiliki kapasitas pembayaran memadai, namun terkendala keterbatasan dana awal.
Dalam perspektif BRI Finance, kebijakan ini berpotensi memperluas akses pembiayaan secara lebih inklusif serta menjaga momentum pemulihan permintaan kendaraan, khususnya pada segmen ritel dan produktif.
Namun, BRI Finance menegaskan implementasi DP 0% akan dilakukan secara selektif, terukur, dan berbasis manajemen risiko yang kuat. Perusahaan berkomitmen menjaga keseimbangan antara akselerasi pertumbuhan pembiayaan dan kualitas aset, sekaligus memastikan keberlanjutan kinerja keuangan dalam jangka panjang. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan bisnis.
Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan menekankan bahwa penguatan tata kelola dan manajemen risiko merupakan prasyarat utama untuk mengoptimalkan kebijakan relaksasi DP tersebut. Menurut dia, penerapan skema DP 0% dilakukan dengan pendekatan manajemen risiko yang komprehensif.
“Hal ini dilakukan melalui penajaman proses seleksi debitur dengan analisis kelayakan yang lebih ketat, penyesuaian struktur dan skema pembiayaan, serta pengendalian tenor dan plafon pembiayaan, khususnya untuk produk multiguna dan konsumtif,” ujar Wahyudi, Rabu (4/2/2026), dalam rilis pers resmi di Jakarta.
Lebih lanjut, Wahyudi menyampaikan perusahaan secara konsisten memantau kualitas portofolio pembiayaan untuk memastikan risiko kredit tetap berada dalam batas yang dapat diterima.
“Kami memastikan bahwa setiap langkah ekspansi pembiayaan tetap selaras dengan profil risiko perusahaan, sehingga pertumbuhan yang dicapai bersifat sehat, berkelanjutan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Dari sisi segmentasi, BRI Finance memproyeksikan pembiayaan kendaraan roda empat sebagai segmen yang paling optimal dalam memanfaatkan relaksasi DP 0%. Segmen ini dinilai memiliki profil risiko yang relatif lebih terkelola, didukung oleh karakteristik konsumen serta nilai aset yang cenderung lebih stabil.
Meski demikian, pembiayaan kendaraan roda dua tetap menjadi bagian dari portofolio perusahaan, khususnya untuk kebutuhan produktif, dengan penerapan seleksi yang lebih ketat dan pengawasan berkelanjutan guna mengantisipasi potensi peningkatan risiko gagal bayar.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, BRI Finance juga terus memperkuat sinergi dengan ekosistem BRI Group, termasuk optimalisasi pemanfaatan data, penguatan sistem penilaian kredit, serta peningkatan kapabilitas digital dalam proses pembiayaan.
Langkah ini diharapkan mendukung implementasi DP 0% secara prudent sekaligus memperkuat posisi BRI Finance sebagai perusahaan pembiayaan yang adaptif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang. (*)