Summarecon Jajaki Integrasi MRT, Perkuat Konektivitas Kota Terpadu di Barat Jakarta
PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) melalui Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang menjalin penjajakan awal kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk mendukung pengembangan jalur MRT Koridor Timur–Barat pada segmen Kembangan–Balaraja. Dua kawasan kota terpadu Summarecon tersebut ditargetkan terintegrasi dengan jalur MRT, bersama sejumlah kawasan lain di Barat Jakarta dan Banten.
Presiden Direktur Summarecon, Adrianto P. Adhi menegaskan, konektivitas transportasi publik menjadi fondasi penting dalam pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan.
Melalui penjajakan ini, Summarecon memperkuat komitmennya mendukung upaya pemerintah memperluas sistem transportasi massal serta mendorong peralihan dari kendaraan pribadi. Integrasi jaringan transportasi dengan kawasan Summarecon diharapkan menciptakan mobilitas yang lebih efisien, menekan kemacetan, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.
“Summarecon melalui unit-unit bisnisnya di wilayah barat Jakarta, termasuk Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, terus mengembangkan kawasan secara bertahap dan terukur sejalan dengan visinya membangun kota modern yang berkelanjutan,” kata Adrianto dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Rabu (4/2/2026).
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menambahkan, percepatan interkoneksi MRT Jakarta membutuhkan kolaborasi lintas pihak, baik dalam bentuk pendanaan maupun dukungan sumber daya lainnya. MRT Jakarta juga menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sejalan untuk menghadirkan layanan transportasi publik modern sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari para pengembang swasta terhadap terwujudnya sistem transportasi publik yang andal dan modern,” ujarnya.
Direktur Eksekutif Summarecon Serpong, Albert Luhur menuturkan, Summarecon Serpong telah berkembang menjadi kawasan hidup dengan basis penghuni yang kuat dan aktivitas kota yang dinamis.
“Sebagai kawasan yang memadukan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, dan ruang ekonomi kreatif, keterhubungan dengan MRT Koridor Timur–Barat akan memperkuat ekosistem yang ada sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Summarecon Tangerang Hindarko Hasan menyampaikan, integrasi MRT Koridor Timur–Barat menjadi fondasi penting agar kawasan tersebut terhubung dengan transportasi massal dan dapat tumbuh berkelanjutan, baik pada segmen residensial maupun komersial.
“Kolaborasi MRT dan Summarecon menunjukkan peran swasta dalam mendukung agenda pemerintah meningkatkan interkonektivitas antarkawasan,” ungkapnya.
Nota Kesepahaman (MoU) ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi lokasi stasiun MRT, dengan fokus pada efisiensi interkoneksi dan integrasi kawasan melalui diskusi, koordinasi, serta pertukaran data bersama MRT Jakarta. Kesepakatan ini bersifat nonkomersial dan menjadi dasar koordinasi sebelum dituangkan dalam perjanjian lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui MoU tersebut, kedua pihak akan mengkaji pengembangan koridor Kembangan–Balaraja, termasuk aspek interkoneksi, integrasi kawasan, teknis, bisnis, legal, dan manajemen risiko. Sebagai tindak lanjut, kedua pihak membentuk joint working group untuk menyusun rencana kerja dua tahun ke depan. (*)