Documenta Corpora Technology Bagikan Solusi Mengelola SDM Berbasis Legal-Tech
Di tengah dinamika bisnis yang menuntut adaptabilitas tinggi, pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten menjadi tantangan sekaligus kunci keberhasilan bagi setiap perusahaan.
Memahami urgensi ini, Documenta Corpora Technology merekomendasikan manajemen SDM terintegrasi untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan riil industri hukum berbasis teknologi.
Pada ajang ALSA Indonesia Career Talkshow x Job Expo 2026 bertajuk Entrepreneurship with Legal Insight: Building Ethical and Sustainable Businesses, Muhammad Philosophi, Founder Documenta, menyampaikan fondasi bisnis yang kuat tidak hanya terletak pada teknologi, tetapi pada kualitas manusia di belakangnya.
Bagi perusahaan, manajemen SDM yang efektif dimulai dari kesiapan dan adaptabilitas. Beberapa poin kunci solusi manajemen talenta yang diusung Documenta meliputi penyelarasan kompetensi bagi talenta muda agar memiliki pemahaman hukum (legal insight) yang dipadukan dengan kemahiran teknologi. Menanamkan nilai integritas sejak tahap rekrutmen untuk memastikan tata kelola perusahaan (GCG) yang sehat. Serta mencari individu yang mampu melampaui batas (beyond boundaries) untuk menghadapi perubahan regulasi dan teknologi yang cepat.
Salah satu solusi nyata yang diperkenalkan Documenta dalam mengelola SDM adalah program Grow-Warriors. Ini merupakan program magang terstruktur yang dirancang sebagai wadah pembelajaran profesional.
"Kami tidak hanya berfokus pada layanan bisnis, tetapi berkontribusi aktif mempersiapkan talenta yang siap menghadapi tantangan kerja. Ini adalah investasi jangka panjang bagi ekosistem industri kami," ujar Philosophi dalam sesi talk show tersebut.
Melalui program ini, perusahaan menerapkan strategi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memungkinkan calon karyawan memahami nilai-nilai perusahaan dan standar operasional sebelum terjun sepenuhnya ke dunia profesional. Hal ini secara signifikan mengurangi risiko ketidakcocokan budaya (culture misfit) dalam proses rekrutmen.
Dari sisi manajemen organisasi, memiliki tim yang memahami aspek legal-tech memberikan keuntungan strategis: Pertama, minimalkan risiko hukum: SDM yang teredukasi mampu menjaga kepatuhan hukum di setiap siklus bisnis. Kedua, efisiensi operasional, proses bisnis menjadi lebih terstruktur dengan dukungan teknologi dan pemahaman hukum yang presisi. Ketiga, talenta yang adaptif memastikan perusahaan tetap relevan di tengah persaingan pasar yang kompetitif.
Dengan pendekatan yang mengutamakan pengembangan manusia, Documenta Corpora Technology memposisikan diri tidak hanya sebagai penyedia solusi hukum, tetapi juga sebagai pionir dalam menciptakan standar baru manajemen SDM di sektor legal-tech Indonesia.(*)