BEI Merincikan Syarat Direksi, Komisaris, dan Komite Audit Emiten Wajib Berpendidikan Akuntan

BEI Merincikan  Syarat Direksi, Komisaris, dan Komite Audit Emiten Wajib Berpendidikan Akuntan
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik (paling kanan) memaparkan materi saat konferensi pers perkembangan pasar modal terkini di Ruang Seminar BEI, Senin (9/2/2026). Foto Nadia K. Putri/SWA

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat langkah tata kelola (governance) terhadap 956 emiten tercatat di lembaga regulator mandiri (SRO) tersebut. Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan peningkatan tata kelola ini beriringan dengan perubahan aturan bursa.

Jeffrey menjabarkan penyesuaian itu meliputipeningkatan tata kelola perusahaan secara khusus melalui penerapan kewajiban berkelanjutan bagi direksi, komisaris, dan komite audit perusahaan tercatat. Kemudian, kompetensi yang wajib dimiliki dewan direksi dan komisaris di bidang akuntansi.

“Peningkatan governance juga diperkuat dengan kewajiban kompetensi di bidang akuntansi yang harus dimiliki direksi atau pejabat satu tingkat di bawah direksi,” tegas Jeffrey kepada awak media pada taklimat media di Gedung BEI, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Jeffrey mengatakan kewajiban tersebut wajib dipenuhi emiten tercatat di BEI untuk meningkatkan kualitas penyajian dan pengungkapan laporan keuangan perseroan.

Selanjutnya, BEI mewajibkan peningkatan bagi calon emiten tercatat (IPO). Peningkatan itu termasuk persyaratan keuangan, operasional, dan tata kelola yang lebih tinggi. Hal ini diklaim dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan diri terhadap investor.

Menurut pemantauan SWA.co.id, terdapat sejumlah direksi, komisaris, hingga komite audit emiten tercatat yang memiliki latar belakang akuntan atau berpendidikan akuntansi.

Misalnya, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) yang kini tercatat di papan pengembangan, khususnya di sektor transportasi dan logistik. SAPX memiliki tiga anggota komite audit, dengan dua di antaranya berlatar belakang akuntan.

Rinciannya, anggota komite audit SAPX, Lies Retno Dumilah adalah lulusan D3 Akuntansi di Universitas Airlangga dan S1 Akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Surabaya. Lies sebelumnya bekerja sebagai Penasihat Keuangan di BEI sejak Mei 2023 sampai akhir Agustus 2023.

Masih di BEI, Lies juga menjabat sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Akuntansi sejak 2019 sampai April 2023. Sebelumnya, Lies menjabat sebagai Kepala Unit Keuangan di Bursa Efek Surabaya (BES) tahun 2006 sampai 2007, dan staf Divisi Keuangan di BES di 1997-2006.

Bergeser ke emiten keuangan, komite audit di PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) juga berasal dari latar belakang akuntan, yaitu Angelique Dewi Daryanto. Angelique adalah lulusan S1 Akuntansi di Universitas Trisakti.

Sebelumnya, Angelique bekerja di firma akuntan Big4, yaitu PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia sejak 1994-2021. Kemudian, menjabat sebagai partner PwC Indonesia di Divisi Assurance-Grup Jasa Keuangan sejak 2006 sampai 2021.

Angelique pernah menjadi akuntan publik yang ditunjuk untuk melakukan audit Laporan Keuangan CIMB Niaga pada tahun 2017 sampai 2019. (*)

# Tag