IBM dan Meta Mempertebal Ekspansi Akal Imitasi (AI) di Indonesia

IBM dan Meta Mempertebal Ekspansi Akal Imitasi (AI) di Indonesia

AI Alliance, konsorsium nirlaba global berbasis open-source yang didirikan oleh IBM bersama Meta, mengumumkan ekspansinya ke Indonesia. Inisiatif ini melengkapi jajaran perwakilan regional AI Alliance di berbagai negara di kawasan APAC, seperti Thailand, Jepang, dan India.

Industri akal imitasi (artificiall intelligence/AI) diproyeksikan menambah US$366 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2030. Berdasarkan IBM CEO Study terbaru, 61% perusahaan di Indonesia secara aktif mengadopsi agen AI dan siap untuk memperluas penerapan AI di seluruh organisasi. Namun, hanya 27% responden yang menyatakan bahwa sistem AI terbaru memberikan tingkat pengembalian investasi (ROI) sesuai dengan yang diharapkan.

Tantangan lain mencakup pembangunan tenaga kerja terampil untuk mengembangkan dan menerapkan solusi AI, peningkatan infrastruktur digital guna mendukung adopsi AI, serta memastikan perlindungan data pribadi dan privasi. Di samping itu, terdapat juga tantangan dalam menjawab kekhawatiran terkait kepercayaan dan keselamatan, termasuk bias dan keadilan, transparansi serta kejelasan, keamanan siber, dan mekanisme akuntabilitas atas kesalahan atau dampak merugikan yang terkait dengan penerapan AI.

Hadirnya AI Alliance di Indonesia difokuskan untuk menjawab berbagai tantangan tersebut melalui pembangunan dan pengembangan solusi AI berbasis open-source guna semakin mendemokratisasi akses serta membuka potensi AI Indonesia secara maksimal.

Dengan bekerja sama untuk mengembangkan perangkat AI, sumber daya, dan peluang edukasi bersama komunitas AI Alliance, inisiatif ini bertujuan memberdayakan para pelaku usaha, talenta pengembang, dan komunitas lokal. Universitas Ciputra menjadi anggota pertama di Indonesia, diiukuti oleh sejumlah organisasi lainnya tengah mengajukan pencalonan keanggotaan.

“Kami merasa terhormat dapat bergabung dengan AI Alliance dan menantikan kolaborasi untuk mendorong sejumlah inisiatif terbuka, khususnya di bidang pengembangan keterampilan, guna memperkuat silabus AI kami yang berbasis IBM SkillsBuild for Academia,” ujar Prof. Dr. Ir. Denny Bernardus, M.M., Sekretaris Dewan Eksekutif Universitas Ciputra.

“Indonesia merupakan salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia Tenggara, dan kami menyambut peluang untuk bekerja sama dengan para mitra lokal untuk mendorong inovasi serta adopsi AI yang bertanggung jawab,” ujar Catherine Lian, General Manager dan Technology Leader IBM ASEAN pada siaran pers yang dikutip SWA.co.id pada hari ini.

Meta kembali menekankan fokus utama dari inisiatif ini. Berni Moestafa, Head of Public Policy Meta di Indonesia, mengatakan kemitraan Meta dengan IBM dalam AI Alliance bertujuan untuk menjadikan AI lebih mudah diakses, aman, dan bermanfaat bagi semua. "Kami menantikan keterlibatan bersama para pemangku kepentingan di Indonesia untuk membuka peluang baru serta menjawab tantangan di tingkat lokal,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, Christopher Nguyen, CEO Aitomatic sekaligus Anggota Dewan AI Alliance, menyampaikan misi dari AI Alliance adalah memajukan sains dan pengembangan yang terbuka, dan pengembangan AI yang terbuka. “Kami senang dapat mendukung Indonesia dalam mengembangkan dan menjaga kedaulatan AI melalui prinsip-prinsip keterbukaan ini,” imbuhnya. (*)

# Tag