Masih Ada 267 Emiten yang Belum Penuhi Free Float 15%, BEI: Kami Berikan Waktu 2-3 Tahun

Masih Ada 267 Emiten yang Belum Penuhi Free Float 15%, BEI: Kami Berikan Waktu 2-3 Tahun
Ilustrasi harga-harga saham dari sejumlah perusahaan tercatat yang menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (9/2/2026). Foto Nadia K. Putri/SWA

Bursa Efek Indonesia (BEI) merinci masih ada sekitar 267 emiten tercatat yang belum memenuhi kewajiban saham mengambang di publik (free float) minimum 15%. BEI menargetkan aturan ini mulai berlaku pada Maret 2026, namun pemenuhan free float 15% tidak diwajibkan seketika pada bulan tersebut karena disediakan masa transisi.

“Pada saat peraturan ini berlaku, katakanlah di Maret, ada persepsi yang mengatakan bahwa Maret itu sudah harus memenuhi... Apakah Maret berlaku, Maret harus memenuhi 15%? Kami berikan waktu sesuai di draf, dua sampai tiga tahun waktunya,” tegas Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna saat doorstop di Gedung BEI, Jakarta pada Senin (9/2/2026).

Dalam rentang waktu itu, BEI telah membentuk tim khusus untuk pemantauan (monitoring) pemenuhan free float 15% dengan menggandeng Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). Nyoman juga mengonfirmasi bahwa jangka waktu dan skema pemenuhan masih intens didiskusikan bersama emiten dan pemangku kepentingan. BEI menargetkan hasil kesepakatan diskusi tersebut ditetapkan pada Februari 2026.

Nyoman menjelaskan, terdapat tiga tahap implementasi agar emiten mampu mencapai batas minimum free float 15%. Tahap pertama adalah pemetaan (mapping) dan monitoring untuk mengidentifikasi emiten yang masih berada di bawah 15%. Tahap kedua, BEI bersama emiten serta asosiasi terkait menetapkan parameter dan target agar peningkatan free float dilakukan bertahap (gradual).

“Perusahaan juga punya stages, waktu. Jadi tidak menunggu, ya sudah lah santai-santai dulu, nggak, kami akan monitor,” beber Nyoman.

Pada tahun pertama, emiten yang direncanakan memenuhi free float akan dilibatkan dalam proses pemetaan. Menurut Nyoman, emiten yang akan menambah free float perlu memiliki attractiveness, yakni upaya menggaet investor ritel maupun institusi, serta menunjukkan keberlanjutan bisnis ke depan.

BEI, bersama AEI, juga akan menjalankan edukasi dan diskusi untuk membantu pemenuhan free float. Menurut Nyoman, langkah ini diklaim dapat memperbaiki fundamental emiten, sekaligus membuka peluang aksi korporasi maupun ekspansi. Dari sisi dukungan investor perbankan atau investment bankers (IB), BEI menggaet mereka untuk memfasilitasi diskusi dua arah agar emiten dapat menyesuaikan strategi pemenuhan free float sesuai periode yang ditetapkan.

Nyoman juga menyampaikan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menjadi salah satu pendorong percepatan pemenuhan free float. Selain 267 emiten yang belum memenuhi, sebelumnya ada 49 emiten yang disiapkan sebagai proyek percobaan penerapan free float 15%.

“Saya tekankan lagi, bahwa 267 [emiten], kami berikan kesempatan untuk komunikasi. Jadi jangan bicara, [BEI] melihat hanya 49 saja, tidak. Seluruh perusahaan tercatat yang belum memenuhi, kita akan diskusi. Bentuknya apa, kapan, kami sudah buat programnya,” tutup Nyoman. (*)

# Tag