Layar Digi dan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) Berkolaborasi untuk Buka Micro Cinema di Gerai Alfamart
Akses terhadap hiburan berkualitas masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Data menunjukkan hanya sekitar 21,7% penduduk yang memiliki akses langsung ke bioskop, sementara sebagian besar masyarakat, terutama di wilayah luar pusat kota, belum terlayani oleh infrastruktur layar lebar.
Menjawab tantangan tersebut, Layar Digi menjalin kemitraan strategis dengan jaringan ritel nasional, Alfamart, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk menghadirkan solusi nyata dalam bentuk pengalaman layar lebar yang inklusif dan mudah diakses langsung dari gerai Alfamart. Melalui kolaborasi ini, ruang-ruang strategis di lantai 2 gerai Alfamart yang memiliki potensi optimal akan dimanfaatkan sebagai titik pemutaran Micro Cinema melalui Layar Digi.
Mengusung konsep layar tancap modern berbasis teknologi digital, masyarakat dapat menikmati beragam tayangan mulai dari film, konten edukatif, promosi UMKM, hingga karya kreatif anak bangsa, tanpa harus bergantung pada jaringan bioskop besar maupun layanan streaming berbayar.
Victor Timothy, CEO Layar Digi menyampaikan misi dari kolaborasi ini untuk membuka akses hiburan untuk semua. Ia menyatakan bahwa hiburan tidak boleh eksklusif, melainkan harus bisa dinikmati masyarakat di manapun mereka berada. "Lewat inisiatif ini, kami ingin menjembatani kesenjangan hiburan sekaligus memperkuat ekosistem kreatif Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (10/2/2026)
Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart, Hans Prawira, menyampaikan gerai Alfamart akan bertransformasi menjadi ruang kebersamaan baru: tempat masyarakat berkumpul, menonton, berinteraksi, sekaligus mendukung karya kreatif lokal. Alfamart sebagai toko komunitas yang hadir di tengah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian, kini semakin dekat dengan keluarga Indonesia dengan menghadirkan alternatif ruang edukasi, interaksi, dan hiburan melalui kolaborasi bersama Layar Digi.
"Kehadiran ini menjadikan gerai Alfamart lebih inklusif dan dapat menjadi ruang baru yang dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Pada fase awal, gerai Alfamart Agricola di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, akan menjadi lokasi pertama (showcase) yang menghadirkan layanan hiburan dari Layar Digi. Rencananya, layanan ini beroperasi pada Maret 2026. Fase ini menjadi langkah awal untuk memperluas penetrasi alternatif hiburan digital yang ditawarkan Layar Digi di banyak gerai Alfamart.
Hizkia Edbert Wijaya, Founding Member yang juga berperan sebagai Business & Expansion Lead Layar Digi, menjelaskan ekspansi selanjutnya akan menyasar 50 kota strategis di Indonesia dengan proyeksi menjangkau lebih dari 500.000 penonton langsung pada tahap awal pengembangan.
Kehadiran Layar Digi tidak hanya dimaksudkan sebagai sarana hiburan rakyat, tetapi juga platform strategis lintas sektor. Sineas lokal Indonesia berkesempatan memperoleh panggung distribusi yang lebih luas untuk menampilkan karya, sementara UMKM dan Brand dapat memanfaatkan media visual di layar komunitas sebagai sarana promosi produk.
Di sisi lain, komunitas pendidikan dapat menggunakan layar ini sebagai media pembelajaran interaktif yang menarik, dan industri kreatif secara keseluruhan akan terdorong untuk memperluas jangkauan konten mereka ke publik yang lebih beragam, tidak hanya terpusat di kota-kota besar. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.