Dari Kamar Kos ke 150 Gerai: Perjalanan Panjang Jhonny Thio Doran Membangun JETE
Fortune Indonesia pada ajang 40 Under 40 menghadirkan figur-figur muda dari berbagai sektor ekonomi, bisnis, pemerintahan, hingga sosial. Mereka tidak sekadar mengejar prestasi mereka membangun ekosistem, menciptakan peluang, dan menginspirasi generasi berikutnya untuk berpikir lebih besar.
Salah satu pengusaha muda yang masuk daftar Fortune Indonesia 40 Under 40 adalah Jhonny Thio Doran (39 tahun), Chief Executive Officer (CEO) JETE dan Doran Group. Alumni Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS) ini sukses membangun dan memperluas bisnisnya ketika pandemi Covid-19 menekan hampir seluruh sektor ekonomi.
Jhonny mengoptimalkan momentum penting tercipta pada 2019, tepat sebelum pandemi Covid-19 melanda. Saat banyak perusahaan menahan ekspansi dan menunggu ketidakpastian mereda, JETE justru melangkah berlawanan arah yaitu membuka official store fisik pertamanya di WTC Surabaya pada 31 Agustus 2019.
Langkah berani itu menjadi fondasi krusial ketika pandemi benar-benar terjadi. Alih-alih menurunkan aktivitas bisnis, perusahaan justru memperkuat jaringan ritel, distribusi, dan layanan purna jual. Di periode yang sama, Jhonny mendirikan Doran Gadget, unit ritel yang berfokus pada ekosistem gadget dan Internet of Things (IoT).
Strategi tersebut kemudian berevolusi menjadi Doran Group, struktur bisnis terintegrasi yang menghubungkan distribusi, ritel, dan solusi korporasi. Keputusan untuk terus tumbuh di tengah perlambatan ekonomi terbukti menjadi titik balik yang memperkokoh posisi perusahaan di pasar nasional.
Pandemi mendorong kesadaran hidup sehat, dan JETE merespons dengan menghadirkan smartwatch, perangkat audio sport, serta membangun komunitas melalui JETE RUN dan kolaborasi dengan atlet.
“Kami tumbuh bersama masyarakat yang semakin sadar akan gaya hidup sehat. Dukungan kami hadir lewat produk terbaik untuk aktivitas olahraga,” tutur Jhonny.
Didirikan di Surabaya pada 2014, JETE hadir dengan visi menghadirkan produk teknologi yang fungsional, berkualitas, dan terjangkau. Sejak awal, perusahaan tak sekadar mengikuti tren, tetapi membangun brand sebagai aset jangka panjang melalui kualitas produk, kekuatan distribusi, dan kepercayaan konsumen.
“Membangun brand teknologi bukan hanya soal produk, tetapi tentang menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan memberi dampak nyata,” kata Jhonny dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Kamis (12/2/2026).
Prinsip tersebut melahirkan konsep affordable innovation yang menghadirkan teknologi berstandar global dengan harga yang tetap relevan bagi pasar domestik.
Hingga akhir 2025, JETE telah mengoperasikan lebih dari 150 gerai ritel di berbagai kota besar Indonesia dan menargetkan 200 gerai pada 2026.
Ekspansi tak hanya berfokus di kota utama, tetapi juga menjangkau kota tier dua serta area strategis seperti bandara, stasiun, dan rumah sakit.
Di tengah pesatnya kanal digital, JETE tetap menjadikan toko fisik sebagai keunggulan kompetitif. "Ritel fisik adalah bagian dari strategi brand. Konsumen perlu merasakan langsung produk. Toko menjadi pusat pengalaman brand sekaligus layanan purna jual,” tegas Jhonny.
Jhonny menerapkan kepemimpinan berbasis eksekusi cepat dan sistem terukur, dengan keputusan bisnis yang didorong data dan evaluasi konsisten. Ia membangun fondasi perusahaan yang institusional, tak bergantung pada individu, melalui disiplin operasional, standarisasi proses, dan integrasi vertikal dari distribusi hingga layanan purna jual menjamin efisiensi dan konsistensi pengalaman konsumen di seluruh jaringan JETE dan Doran Group.
Bagi Jhonny, kesuksesan bukan soal pencapaian pribadi, melainkan perjalanan kolektif untuk memberi makna lebih besar. Di balik setiap inovasi dan ekspansi JETE, ada semangat membangun nilai jangka panjang menciptakan kepercayaan, memberdayakan banyak orang, dan menghadirkan manfaat nyata bagi Indonesia.
Dari kamar kos berukuran sempit hingga membangun jaringan bisnis nasional, perjalanan Jhonny Thio Doran menjadi bukti bahwa visi besar selalu berawal dari langkah kecil yang konsisten.
Dengan keberanian beradaptasi dan semangat membangun nilai jangka panjang, ia menegaskan bahwa kesuksesan sejati lahir dari ketekunan, bukan keberuntungan.
Kini, di luar dunia bisnis, Jhonny aktif di berbagai organisasi kewirausahaan. Ia pernah menjabat sebagai Presiden JCI East Java, Sekretaris Jenderal CEO Jatim, dan kini menjadi Sekretaris Jenderal Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia (ASPIN).
Selain itu, ia juga berperan sebagai Wakil Ketua Komite IT, Electronic & Gadget Hippindo, Ketua Entrepreneurship Advisory Board Universitas Surabaya (Ubaya), serta Wakil Sekretaris Jenderal INTI Jawa Timur. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.