L’Oréal Tancap Gas: Kinerja 2025 Solid, Siap Perkuat Dominasi di Pasar Kecantikan Senilai Rp9.927 Triliun
Raksasa kosmetik asal Prancis, L'Oréal SA, menatap 2026 dengan optimisme tinggi. Setelah mencatat kinerja solid sepanjang 2025, perusahaan ini menyatakan siap mempercepat pertumbuhan dan terus mengungguli pasar kecantikan global yang diproyeksikan terus membesar hingga akhir dekade.
Sepanjang 2025, L'Oréal membukukan penjualan sebesar €44,05 miliar (sekitar Rp880,01 triliun). Secara reported basis, angka ini naik 1,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada kuartal IV saja, penjualan tumbuh 1,5% menjadi €11,245 miliar (Rp224,65 triliun). Manajemen menyebut pertumbuhan organik menunjukkan tren akselerasi dari kuartal ke kuartal, seiring peningkatan peluncuran produk dan mulai membaiknya kondisi pasar.
Dari sisi profitabilitas, laba operasional naik 2,4% menjadi €8,89 miliar (Rp177,60 triliun), sedikit di atas ekspektasi analis. Margin operasional meningkat menjadi 20,2% dari 20,0% pada tahun sebelumnya. Kenaikan margin ini terjadi di tengah tekanan tarif perdagangan dan fluktuasi nilai tukar, yang berhasil diimbangi melalui langkah-langkah efisiensi internal.
CEO L'Oréal Nicolas Hieronimus menyampaikan keyakinan bahwa perusahaan akan terus outperform dibandingkan pertumbuhan industri secara keseluruhan. Optimisme tersebut didukung oleh proyeksi sejumlah lembaga riset yang memperkirakan pasar kecantikan global akan tumbuh sekitar 5% per tahun hingga 2030, dengan nilai total mencapai sekitar US$590 miliar (Rp9.927,34 triliun).
Perkuat portofolio
Di tengah persaingan ketat dengan pemain global seperti Estée Lauder maupun divisi kecantikan Johnson & Johnson, L'Oréal terus memperkuat portofolionya melalui aksi korporasi strategis.
Pada Oktober 2025, L'Oréal menyepakati akuisisi bisnis kecantikan milik Kering — pemilik Gucci — dengan nilai sekitar €4 miliar (Rp79,91 triliun). Transaksi ini mencakup merek parfum House of Creed serta hak pengembangan produk kecantikan untuk sejumlah merek mewah seperti Balenciaga dan Saint Laurent, dan nantinya Gucci setelah lisensi dengan Coty berakhir. Langkah ini mempertegas ekspansi L'Oréal di segmen fragrance premium dan luxury beauty.
Tak berhenti di situ, pada akhir tahun L'Oréal juga menggandakan kepemilikan sahamnya di perusahaan dermatologi Swiss, Galderma, menjadi sekitar 20%. Berdasarkan harga saham saat transaksi, nilai pembelian tambahan tersebut diperkirakan mencapai hampir US$5 miliar (Rp84,13 triliun).
Strategi ini memperkuat eksposur L'Oréal di segmen dermatological skincare yang pertumbuhannya dinilai lebih resilien dan berbasis sains.
Sebelumnya, pada Juni 2025, perusahaan juga mengakuisisi mayoritas saham Medik8, merek skincare asal Inggris yang dikenal dengan pendekatan klinis dan berbasis bahan aktif.
Permintaan global menguat
Sejumlah laporan industri menunjukkan permintaan produk kecantikan mulai pulih di pasar utama seperti Amerika Serikat dan China. Pemulihan konsumsi di dua pasar besar ini menjadi katalis penting bagi pertumbuhan pemain global.
L'Oréal, sebagai pemimpin pasar global, memiliki keunggulan skala dan diversifikasi geografis. Dengan penjualan tahunan yang melampaui pesaing terdekatnya, perusahaan ini berada dalam posisi kuat untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan industri.
Dengan margin yang terjaga di atas 20%, ekspansi portofolio luxury dan dermatologi, serta ekspektasi pasar yang terus tumbuh hingga akhir dekade, L'Oréal tampak memosisikan diri bukan sekadar bertahan, melainkan berakselerasi. Manajemen L'Oréal bahkan menegaskan perusahaan “siap untuk akselerasi lebih lanjut”.
Jika proyeksi pertumbuhan industri sebesar 5% per tahun terealisasi, dan L'Oréal benar-benar mampu terus outperform, maka perusahaan ini berpotensi memperlebar jarak dari para pesaingnya dalam lanskap pasar kecantikan global yang semakin kompetitif. (*)
Diolah dari beragam sumber
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.