Sinar Mas Land dan British Council Terima Delegasi Universitas Inggris, Perkuat BSD City sebagai World-Class Education Township

(ki-ka) Dr. Beny Bandanadjaja, Bambang Wijanarko, Lindawaty, Keziah McConnell, dan Summer Xia dalam talkshow “Unlocking Global Development: Opportunity in BSD SEZ for Global Education” pada British Council’s East Asia Education Week. (Foto: Sinar Mas Land)
(ki-ka) Dr. Beny Bandanadjaja, Bambang Wijanarko, Lindawaty, Keziah McConnell, dan Summer Xia dalam talkshow “Unlocking Global Development: Opportunity in BSD SEZ for Global Education” pada British Council’s East Asia Education Week. (Foto: Sinar Mas Land)

Sinar Mas Land melalui Digital Hub menerima kunjungan delegasi tingkat tinggi British Council bersama perwakilan lebih dari 25 universitas terkemuka Inggris ke Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB Special Economic Zone (SEZ) di BSD City. Agenda ini berlangsung pada 13 Februari 2026 dan menjadi bagian dari British Council East Asia Education Week 2026.

Kunjungan tersebut diposisikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi Indonesia–Inggris sekaligus menegaskan posisi BSD City sebagai World-Class Education Township yang tengah dikembangkan Sinar Mas Land.

Dalam kesempatan itu disebutkan bahwa penguatan kolaborasi pendidikan tinggi sejalan dengan hasil kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Inggris pada 20 Januari 2026, yang menempatkan pendidikan tinggi sebagai salah satu pilar pembangunan sumber daya manusia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan Indonesia memiliki populasi sekitar 287 juta jiwa, dengan 70 persen di antaranya merupakan Generasi Z dan Milenial, serta tingkat partisipasi pendidikan tinggi yang mendekati 50 persen.

Pada sesi kunjungan, Digital Hub memaparkan visi transformasi BSD City sebagai ekosistem inovasi terintegrasi yang didukung infrastruktur kelas dunia, kepastian regulasi, serta skema investasi bagi institusi internasional. Melalui dialog bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Dewan Nasional KEK, delegasi menjajaki peluang pengembangan kampus internasional, program Transnational Education (TNE), hingga kolaborasi riset jangka panjang.

Delegasi dari Inggris mencakup sejumlah universitas ternama seperti King’s College London, Durham University, University of Edinburgh, University of Bristol, University of Glasgow, University of Leeds, University of St. Andrews, Newcastle University, University of Liverpool, dan University of Exeter. Kehadiran mereka dinilai membuka peluang kolaborasi yang semakin konkret.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., menegaskan pentingnya kemitraan global. “Kami melihat bahwa Indonesia membutuhkan mitra dari negara lain,” katanya.

Ia menambahkan, “Oleh karena itu, kami berharap kerja sama ini, termasuk jika ada universitas asing yang membuka kampus cabang di Indonesia dapat turut meningkatkan dan memperkuat mutu, relevansi, serta dampak pendidikan tinggi di Indonesia.”

Ia juga menyoroti peran kawasan ekonomi khusus dalam mempermudah ekspansi kampus asing. “Keberadaan KEK di Indonesia juga turut mempermudah universitas asing yang ingin membuka kampus ke Indonesia mengingat kawasan ini memiliki kebijakan relaksasi khusus dari pemerintah Indonesia untuk mendukung pendirian kampus tersebut.”

Lebih lanjut, ia menekankan, “Dengan demikian, kami berharap perguruan tinggi Indonesia dapat terdorong untuk meningkat hingga setara dengan standar internasional.”

Dari pihak British Council, Summer Xia, Country Director Indonesia and Director for South East Asia, menyampaikan, “Di British Council, kami meyakini bahwa kemitraan pendidikan internasional akan paling efektif apabila berakar kuat pada konteks lokal dan selaras dengan prioritas nasional.”

Ia menambahkan bahwa pemilihan BSD City sebagai lokasi East Asia Education Week tahun ini didorong oleh potensi kawasan tersebut dalam mendorong kemitraan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sementara itu, Bambang Wijanarko, Kepala Biro Pengendalian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Sekretariat Jenderal Dewan KEK, menyampaikan dukungannya. “Kami menyambut dan menantikan kehadiran universitas-universitas unggulan Inggris di KEK ETKI Banten (D-HUB SEZ) dan KEK Singhasari sebagai quick wins dalam mewujudkan arahan Presiden untuk penguatan kemitraan Indonesia dengan Universitas Inggris,” ujarnya.

Dari sisi pengembang, Irawan Harahap, CEO of Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, menekankan pendekatan berbasis ekosistem. “Melalui Digital Hub dan KEK ETKI Banten, kami tidak hanya menyediakan infrastruktur fisik, tetapi membangun ekosistem terintegrasi yang didukung oleh kepastian regulasi, skema investasi yang kompetitif, serta konektivitas antara kampus, industri, dan pemerintah," katanya.

BSD City sendiri disebut sebagai salah satu smart city terintegrasi terbesar di Indonesia dengan luas lebih dari 6.000 hektare dan proyeksi populasi 4,5 juta jiwa pada 2035. Kawasan ini telah menjadi rumah bagi sejumlah institusi pendidikan, antara lain Monash University, Indonesia, Apple Developer Academy @BINUS, Fuji Academy, BINUS University, Prasetiya Mulya, dan Atma Jaya, serta berbagai sekolah internasional. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag