Kiprah Chairunnisa Irianto Membuka Peluang Global bagi Perempuan Indonesia
Ketika banyak orang masih memandang kecerdasan buatan (AI) sebagai ancaman bagi masa depan pekerjaan, Chairunnisa Irianto justru melihatnya sebagai peluang.
Praktisi digital marketing ini berupaya menulis ulang narasi tentang hubungan manusia dan teknologi: bahwa AI bukanlah pengganti, melainkan pendorong karier/career enabler yang membuka akses baru bagi perempuan Indonesia menembus panggung global.
Saat ini, Chairunnisa berkiprah sebagai AI-powered Remote Digital Marketer dan Lead Generation Specialist di perusahaan teknologi asal Belanda. Di luar perannya itu, ia juga aktif sebagai trainer yang membekali perempuan Indonesia dengan skill digital aplikatif.
Melalui berbagai webinar dan online course. Chairunnisa mengajarkan penerapan AI untuk Virtual Assistant (VA) hingga strategi Lead Generation yang relevan dengan kebutuhan industri global.
Sejak program ini dimulai, lebih dari 100 perempuan Indonesia telah dibekali keterampilan AI dan Lead Generation. Dirancang bukan sekadar berbasis teori, program ini menekankan transformasi praktis — mulai dari penggunaan toolsdan penerapan AI, eksekusi strategi pemasaran, hingga membangun positioning dan portofolio profesional yang siap bersaing di pasar global sebagai Virtual Assistant (VA) maupun freelancer spesialis.
Program ini membuka peluang bagi ibu rumah tangga dan mereka tanpa latar belakang pendidikan tinggi untuk meraih penghasilan dolar melalui portofolio dan kemampuan eksekusi.
Kini, banyak peserta yang berhasil beralih menjadi Lead Generation Specialist dan memperoleh klien internasional.
“Perempuan Indonesia punya potensi besar. Yang dibutuhkan hanyalah skill digital, keberanian, dan kepercayaan diri untuk menembus pasar global,” ujar Chairunnisa Irianto, dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Rabu (18/2/2026).
Ke depan, Chairunnisa Irianto menargetkan perluasan kolaborasi dengan korporasi dan platform kerja remote global. Ia meyakini bahwa hybrid skill, perpaduan antara AI, marketing, dan otomasi, akan menjadi standar baru daya saing global.
Dengan fondasi ini, kerja remote bukan sekadar tren, tetapi solusi nyata bagi fleksibilitas ekonomi dan kemandirian perempuan serta profesional Indonesia di era digital. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.