Nusantara Almazia (NZIA) Ungkapkan Strategi Menggarap FLPP

Nusantara Almazia (NZIA) Ungkapkan Strategi Menggarap FLPP
Ilustrasi gedung Apartemen Poris 88 di Batuceper, Tangerang, Banten yang dikembangkan oleh PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA). Foto oleh Nusantara Almazia Tbk

Emiten properti dan real estat, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) merespons permintaan penjelasan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menyampaikan kondisi makroekonomi dan industri properti dinilai masih positif bagi kegiatan bisnis perseroan, yaitu penyedia Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“Rencana strategis perseroan selama tahun 2026 adalah memperkuat penjualan perumahan FLPP,” jelas Direktur Nusantara Almazia, Nur Anisa Nusuqi pada keterangannya di eterbukaan informasi yang dikutip, Jumat(20/2/2026).

Perseroan meyakini pertumbuhan ekonomi nasional masih stabil dan kebijakan pemerintah terhadap sektor pertumahan mendukung bisnis properti.

Melansir dari laman profil perusahaan tercatat BEI, saham NZIA sempat melonjak dalam periode 1 minggu, yaitu sejak 9 Februari 2026 sampai 13 Februari 2026. Pada 9 Februari 2026, NZIA berada di Rp248, kemudian melonjak ke Rp310 pada 10 Februari 2026. Selebihnya, sahamnya bergerak stagnan akibat BEI melakukan pembekuan perdagangan sementara (suspensi).

Aplikasi IDX Mobile mencatat, saham NZIA juga stagnan sepanjang Januari 2026. Kenaikan harga saham dimulai pada awal Februari 2026. Sejak 2 Januari 2026, NZIA berada di Rp114, kemudian di Rp114 pada 9 Januari 2026, Rp116 pada 15 Januari 2026, Rp117 pada 23 Januari 2026, dan Rp118 pada 30 Januari 2026.

Sedangkan pada 6 Februari 2026, saham NZIA melonjak signifikan ke Rp248. Lalu, mencapai titik puncak ke Rp310 pada 10 Februari 2026. Setelahnya, BEI melakukan suspensi perdagangan saham NZIA sampai sekarang.

“Manajemen tidak mengetahui penyebab pergerakan harga saham perseroan,” tambah Nur.

Sebelumnya, Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A. menghentikan sementara perdagangan saham NZIA, yang diumumkan pada 10 Februari 2026.

Suspensi tersebut berlaku di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi pertama pada 11 Februari 2026. Pembekuan ini disebabkan, saham NZIA mengalami peningkatan harga kumulatif. Selain itu, NZIA terakhir kali baru menyampaikan laporan keuangan perseroan untuk kuartal II/2025.

Sampai saat ini, bisnis perumahan yang digarap NZIA masih dikembangkan, dengan pusat area di Kota Tangerang, Banten dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Perseroan menyasar konsumen kelas menengah bawah untuk perumahan klaster. Selain itu, perseroan juga mengembangkan segmen apartemen dan pengembang area dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).(")

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag