Louis Dreyfus Company Gandeng Pandawa Agri dan Blue Marble, Perluas Pertanian Regeneratif; Jangkau 20.000 Petani Kopi
Louis Dreyfus Company (LDC) menggandeng Pandawa Agri Indonesia dan Blue Marble untuk menekan penggunaan bahan kimia tanpa menurunkan produktivitas pertanian kopi di Indonesia.
Country Head LDC Indonesia, Rajat Dutt, mengatakan sejak 2015 LDC telah memperkenalkan dan memperluas praktik pertanian regeneratif. Tujuannya memperkuat ketahanan lahan, memulihkan kesehatan tanah, dan menjaga produktivitas jangka panjang.
Upaya tersebut dijalankan melalui Stronger Coffee Initiative. Ini adalah sebuah inisiatif kolaboratif yang memanfaatkan pengalaman, jangkauan global, dan keahlian LDC di rantai pasok untuk memperkuat komunitas kopi, memulihkan kesehatan tanah, serta mengurangi dampak perubahan iklim lewat praktik yang lebih berkelanjutan. Inisiatif ini berfokus pada tiga bidang: kesejahteraan petani, produksi kopi rendah karbon, dan pertanian regeneratif yang disesuaikan dengan kondisi lokal.
“Hingga akhir 2025, di Indonesia, inisiatif ini telah menjangkau lebih dari 20.000 petani kopi di Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Aceh melalui kombinasi pelatihan agronomi, layanan pendampingan di tingkat kebun, serta kemitraan,” ungkap Rajatt dalam siaran pers, Jumat (20/2/2026).
Dampak program itu, menurutnya juga dirasakan petani peserta demo plot. Taufiq, salah satu petani kopi, menyebut bantuan alat pembuatan biochar (sejenis arang) memberi perubahan di kebunnya. “Saya dapat bantuan dari LDC berupa alat untuk membuat biochar. Dampaknya luar biasa bagi kebun kami. Arang itu menyimpan rongga-rongga untuk menyimpan air, untuk menyimpan nutrisi,” tuturnya dalam siaran pers.
Sementara itu, CEO Pandawa Agri Indonesia Kukuh Roxa menambahkan, perusahaannya berfokus menghadirkan inovasi pertanian yang membantu mengurangi ketergantungan pada input kimia tanpa menurunkan hasil panen.
“Hingga saat ini, teknologi kami telah berkontribusi pada pengurangan lebih dari 5 juta liter pestisida dan sekitar 17.500 ton emisi CO₂ di Indonesia dan Malaysia. Kolaborasi dengan LDC memungkinkan pendekatan yang lebih komprehensif agar petani dapat menerapkan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan sekaligus menjaga produktivitas dan keberlanjutan usahanya,” pungkasnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.