Restu Pemegang Saham Turun, BFI Finance (BFIN) Tutup Startup Pindar PinjamModal

Restu Pemegang Saham Turun, BFI Finance (BFIN) Tutup Startup Pindar PinjamModal

BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) selaku perusahaan induuk PT Finansial Integrasi Teknologi (PT FIT) atau PinjamModal telah menerima keputusan para pemegang saham di luar rapat (sirkuler) yang menyetujui penghentian kegiatan usaha pinjaman daring (pindar) tersebut.

Presiden Direktur BFI Finance Indonesia Tbk, Sutadi, merinci bahwa perseroan pada 19 Februari 2026 telah menerima Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat (Sirkuler) No. 10 tertanggal 11 Februari 2026.

“... menyatakan bahwa para pemegang saham PT FIT telah menyetujui penghentian kegiatan usaha sebagai Penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi,” ujar Sutadi dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), 19 Februari 2026.

Sutadi menambahkan, PT Finansial Integrasi Teknologi (PinjamModal) telah mengajukan permohonan pencabutan izin usaha sebagai penyelenggara layanan pendanaan daring kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Saat ini permohonan tersebut masih dalam proses... penghentian kegiatan usaha PT FIT sebagai penyelenggara LPBBTI tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun keberlangsungan usaha PT BFI,” tutupnya.

Sebagai informasi, PinjamModal merupakan perusahaan rintisan teknologi keuangan di segmen peer-to-peer (P2P) lending yang didirikan pada 15 September 2017 dan dipimpin oleh Chief Executive Officer Herman Handoko.

Pada awal operasinya tahun 2017, PinjamModal hadir melalui platform web. Setahun kemudian, setelah terdaftar di OJK, perusahaan meluncurkan aplikasi Android pada 2018, disusul versi iOS pada 2019, sekaligus memperoleh sertifikasi ISO 270001.

Pada 2020, PinjamModal resmi memperoleh lisensi OJK dan mulai mengembangkan layanan pembiayaan rantai pasok (supply chain financing). Hingga 2021, perusahaan telah menghadirkan tiga produk utama, yaitu PinjamModal Inventory, PinjamModal Usaha, dan PinjamModal Toko.

Memasuki 2022, nilai transaksi pembiayaan PinjamModal menembus Rp3,2 triliun. Pada tahun yang sama, perusahaan juga mengembangkan sistem N2N Supply Chain Financing System yang mencakup rantai pembiayaan dari hulu hingga hilir.

Sepanjang 2026, PinjamModal menyalurkan pinjaman sebesar Rp2,5 miliar dengan total outstanding Rp75,8 miliar. Adapun akumulasi penyaluran pinjaman sejak 2018 tercatat mencapai Rp8,6 triliun.

Berdasarkan laman resmi perusahaan, jumlah akumulasi peminjam (borrower) mencapai 29.278, terdiri dari 630 institusi dan 28.648 individu. Sementara peminjam aktif tercatat 2.119 pihak, yang meliputi 30 institusi dan 2.089 individu.

Dari sisi pemberi pinjaman (lender), terdapat 107 lender yang terdiri dari 4 institusi dan 103 individu. Adapun lender aktif tercatat sebanyak 8 pihak, terdiri dari 1 institusi dan 7 individu. Hingga kini, PinjamModal masih tercatat sebagai anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) serta berizin dan diawasi OJK.

Mengutip profil perusahaan di BEI, PinjamModal merupakan anak usaha langsung BFIN. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, BFIN pertama kali menempatkan dan menyetor modal sebesar 25.000 lembar saham atau Rp25 miliar pada 2021, kemudian meningkat menjadi 50.000 lembar saham atau Rp50 miliar.

Pada 2022, modal kembali ditingkatkan menjadi 75.000 lembar saham atau Rp75 miliar. Tiga tahun kemudian, perseroan menambah setoran modal hingga mencapai 90.000 lembar saham atau Rp90 miliar. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag