Avonetiq Kenalkan AI Visibility Optimization untuk Brand

Ilsutrasi Avonetiq. (dok Avonetiq)

Jika sebelumnya brand berlomba-lomba muncul di halaman pertama mesin pencari melalui strategi Search Engine Optimization (SEO), perilaku pengguna kini telah bergeser. Pengguna internet semakin sering mendapatkan jawaban langsung dari mesin pencari berbasis kecerdasan buatan (AI), seperti Google AI Overviews dan ChatGPT, tanpa perlu mengeklik daftar tautan hasil pencarian.

Perubahan ini didukung oleh data industri. Laporan Semrush Sensor yang dikutip Digiday (2025) menunjukkan bahwa fitur AI Overviews kini muncul pada sekitar 19–20% dari seluruh kueri pencarian Google, meningkat signifikan dibanding awal 2025. Artinya, hampir satu dari lima pencarian kini sudah menampilkan ringkasan jawaban AI langsung di halaman hasil pencarian.

Di sisi lain, riset SparkToro dan Datos (2024–2025) mencatat bahwa sekitar 58% pencarian Google berakhir tanpa klik ke situs web manapun (zero-click search). Pengguna kian merasa jawaban yang tersedia di halaman hasil pencarian sudah cukup, tanpa perlu mengunjungi website eksternal.

Data ini menunjukkan pergeseran besar: brand tidak lagi hanya bersaing untuk peringkat di mesin pencari, tetapi untuk disebut dan direkomendasikan dalam jawaban AI.

Menjawab tantangan tersebut, Avonetiq memperkenalkan strategi baru bernama AI Visibility Optimization (AVO), sebuah pendekatan untuk membangun otoritas, kredibilitas, dan konteks digital agar brand dapat dikenali dan dipercaya oleh sistem AI sebagai sumber jawaban yang layak dikutip.

“SEO belum sepenuhnya mati, tapi udah nggak cukup lagi. Ketika pengguna bertanya pada AI dan langsung mendapat satu jawaban terkurasi, hanya brand yang dikenali, dipercaya, dan terstruktur dengan baik yang akan disebut,” ujar Alexandro Wibowo, Co-Founder & Managing Partner dari Avonetiq, Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas digital brand di era AI, Selasa (24/2/2026).

Dalam ekosistem baru ini, pengguna tidak lagi mengetik kata kunci, seperti “jasa digital marketing terbaik”, lalu menelusuri sepuluh tautan teratas. Sebaliknya, mereka bertanya secara natural: “Rekomendasi agensi digital marketing untuk UMKM di Indonesia?”

Jawaban yang muncul bukan lagi daftar website, melainkan ringkasan AI yang menyebut beberapa brand secara langsung. Perubahan ini berdampak signifikan pada strategi pemasaran digital. Brand tidak lagi hanya bersaing untuk ranking, tetapi bersaing untuk menjadi jawaban.

Apa Itu AI Visibility Optimization (AVO)?

AI Visibility Optimization (AVO) adalah pendekatan strategis yang dirancang untuk meningkatkan kemungkinan brand muncul dalam jawaban yang dihasilkan AI. Berbeda dengan SEO yang berfokus pada algoritma mesin pencari tradisional, AVO lebih menekankan struktur konten yang mudah dipahami AI, kredibilitas dan otoritas brand di berbagai sumber, konsistensi pesan di berbagai platform digital, dan relevansi kontekstual terhadap pertanyaan pengguna.

“AVO membantu brand membangun jejak digital yang terintegrasi dan dapat dibaca serta dipercaya oleh sistem AI. Ini bukan sekadar optimasi teknis, tetapi transformasi cara brand membangun kehadiran digital,” tambah Alexandro.

Dengan semakin cerdasnya AI dalam menyaring dan merangkum informasi, brand yang tidak memiliki positioning yang kuat berisiko “tidak terlihat”, meskipun memiliki website yang optimal secara SEO. Di sisi lain, brand yang mampu membangun otoritas, konsistensi narasi, serta kredibilitas lintas kanal memiliki peluang lebih besar untuk direkomendasikan oleh AI sebagai referensi utama.

Avonetiq melihat fenomena ini sebagai momen krusial bagi perusahaan untuk mengevaluasi kembali strategi digital mereka. Alih-alih hanya mengejar traffic, brand perlu mulai fokus pada visibilitas dalam ekosistem AI.

“Di era AI, yang menang bukan hanya yang paling banyak muncul, tetapi yang paling dipercaya oleh sistem. Brand perlu memastikan mereka bukan sekadar ditemukan, tetapi direkomendasikan,” tutup Alexandro.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag