Dua Investor Asing Lepas Saham Visi Media Asia (VIVA), Mengapa?
Manajemen PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) menyampaikan laporan perubahan kepemilikan saham perseroan, bahwa dua investor asing melepas 864.197.000 saham pada 16 Januari 2026. Investor tersebut adalah Alperistal Ventures Inc. dan EAS Holding Ltd.
“Tujuan transaksi untuk pengalihan/divestasi penanaman modal tidak langsung di pasar modal Indonesia,” jelas manajemen Visi Media Asia Tbk di keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Adapun, laporan keterbukaan itu mencatat nama pemilik SID atau Identitas Tunggal Investor, yaitu Credit Suisse Trust Limited, yang bertindak sebagai wali amanat dari Great Lotus Trust.
Melalui dua investor asing tersebut, maka Credit Suisse Trust Limited selaku wali amanat dari Great Lotus Trust, telah melepas seluruh sahamnya di VIVA. Sebelumnya, lembaga tersebut memiliki 5,25% saham VIVA atau sebanyak 864.197.000 saham.
Rinciannya, Alperistal Ventures Inc. melepas 150 juta saham biasa pada 16 Januari 2026. Namun, nominal harga penjualan tidak diungkap dalam laporan tersebut. Pada hari yang sama, EAS Holding Ltd melepas 714.197.000 saham.
Melansir dari laporan bulanan registrasi pemegang efek yang berakhir pada 30 Januari 2026, manajemen VIVA menyampaikan bahwa PT Bakrie Global masih menjadi Pengendali Saham Perseroan (PSP). Laporan tersebut mencatat, perusahaan tersebut menguasai 32,942% atau sebanyak 5,42 miliar saham, sebelumnya tercatat 32,63% atau sebanyak 5,37 miliar saham.
Investor asing yang tercatat dalam laporan tersebut yaitu Banque Pictet and Cie SA, dengan porsi sebesar 5,736% atau sebanyak 944.412.000 saham. Kemudian, UBS AG Hong Kong yang beralamat di Singapura, dengan porsi 5,03% atau 828.013.500 saham.
Terakhir, Standard Chartered, yang beralamat di Kepulauan Cayman, melepas seluruh sahamnya dari VIVA. Padahal, Standard Chartered menguasai 5,502% atau sebanyak 905.828.800 saham.
Jelang penutupan bursa sore ini, saham VIVA bergerak ke Rp30, menguat 5,41% dari Rp37, melansir dari aplikasi IDX Mobile pada pukul 15.47 WIB. Nilai kapitalisasi pasarnya menembus Rp642 miliar, dengan volume transaksi sebanyak 22,27 juta saham.
Hingga kini atau secara year-to-date, harga saham VIVA anjlok setelah mencapai harga tertinggi di Rp81 pada 15 Januari 2026. Di awal Januari 2026, VIVA berada di Rp50 pada 2 Januari 2026, perlahan meningkat ke Rp59 pada 9 Januari 2026.
Saham VIVA kemudian bergerak anjlok setelah 15 Januari 2026, yaitu ke Rp49 pada 23 Januari 2026. Disusul dengan penurunan pada minggu berikutnya ke Rp35 pada 6 Februari 2026. Setelah itu, harganya merangkak naik sedikit ke Rp39 pada 13 Februari 2026 dan Rp40 pada 20 Februari 2026.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.