Investasi AS Dorong Lahirnya Pusat Semikonduktor Asia di Batam
PT Galang Bumi Industri (GBI), pengelola PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam, menandatangani kerja sama strategis dengan perusahaan Amerika Serikat, Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation USA.
Kemitraan ini mencakup tiga perjanjian strategis yang melibatkan GBI. Salah satunya, pengembangan industri semikonduktor bersama Essence Global Group, ditandatangani oleh Presiden Direktur GBI Ahmad Maaruf Maulana dan Presiden Direktur Essence Chester Coleman.
Sementara kerja sama dengan Tynergy Technology Group diteken oleh Direktur GBI Kadafi Yahya Muhamad dan Presiden Direktur Tynergy Yan Purba. Penandatanganan yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Amerika Serikat ini menegaskan komitmen Indonesia mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau dan kemandirian energi.
Direktur GBI Kadafi Yahya menegaskan, investasi asal Amerika Serikat ini didukung oleh kesiapan kawasan, infrastruktur mumpuni, dan kemudahan perizinan untuk mempercepat implementasi proyek.
“Langkah ini menjadi momentum penting menjadikan Galang sebagai simpul baru industri semikonduktor dan energi terbarukan di Asia Tenggara,” kata Kadafi dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Kamis (26/2/2026).
Selain itu, GBI juga meneken kerja sama zona perdagangan bebas lintas negara dengan Solanna Group LLC, melalui Tjaw Hioeng (Direktur GBI) dan David Fordon (Presiden Solanna Group).
Melalui Tynergy Group of Companies, pengembangan hilirisasi akan mencakup pemurnian kuarsa silika untuk industri kaca oleh PT Quantum Luminous Indonesia, serta pemurnian polysilicon oleh PT Essence Global Indonesia.
Presiden Direktur GBI Ahmad Maaruf Maulana menambahkan jika tahap awal berjalan lancar, investasi tambahan senilai US$ 26,7 miliar (Rp 451,17 triliun) akan digelontorkan untuk memproduksi ingot wafer, wafer slicing, dan komponen fabrikasi semikonduktor terintegrasi di Indonesia.
Perjanjian ini juga mencakup investasi infrastruktur manufaktur di Galang, perluasan proyek energi terbarukan, serta pengembangan SDM dan riset teknologi. Pada tahap awal, Tynergy Technology Corp menyiapkan investasi US$ 250 juta (Rp 4,2 triliun) untuk membangun fasilitas manufaktur yang diproyeksikan menciptakan 2.500 lapangan kerja terampil.
Tynergy Group juga akan membentuk PT Energy Tech Indonesia untuk membangun fasilitas penyimpanan energi sodium-ion berkapasitas hingga 150 MW, mendukung operasional berkelanjutan kawasan industri.
Sebagai bagian dari transfer teknologi semikonduktor dan sel surya, akan dikembangkan kemitraan antara dua zona ekonomi bebas: PSN Wiraraja GESEIP di Galang dan Solanna Akimel 7 Technopark di Phoenix, Arizona, yang tertuang dalam Pakta Persahabatan Zona Ekonomi Khusus Transnasional.
Kolaborasi ini menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok global semikonduktor dan energi terbarukan, sekaligus membuka jalan bagi pengembangan pusat data berbasis AI dan percepatan transisi energi hijau di kedua negara.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.