Cimory (CMRY) Peroleh Laba Bersih Rp2,03 Triliun Pada 2025, Pendapatan Melesat ke Rp10,72 Triliun
Emiten barang konsumen primer, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) atau Cimory, membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp2,03 triliun pada 31 Desember 2025. Pos ini meningkat signifikan hingga 33,79% dari Rp1,51 triliun pada 31 Desember 2024.
Melansir dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (27/2/2026), CMRY juga membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp10,72 triliun pada tahun 2025. Pendapatan tersebut melesat 18,81% dari Rp9,02 triliun pada tahun 2024.
Torehan pendapatan bersih tersebut diperoleh dari dua segmen, yaitu segmen produk dan segmen geografi pelanggan. Dari jenis produk, makanan konsumsi berkontribusi pada pendapatan CMRY sebesar Rp6,64 triliun dari Rp5,15 triliun.
Kemudian, produk olahan susu (dairy) turut berkontribusi pada pendapatan CMRY dan mengalami peningkatan sebesar Rp4,07 triliun dari Rp3,87 triliun.
Sementara dari segmen geografi pelanggan, perseroan mencatat pasar dalam negeri (domestik) masih berkontribusi terhadap CMRY sebesar Rp10,61 triliun dari Rp8,95 triliun. Sedangkan pasar luar negeri berkontribusi sebesar Rp108,72 miliar dari Rp72,18 miliar.
Rincian penjualan bersih dengan jumlah kumulatif individual masing-masing pelanggan melibatkan sejumlah perusahaan, yaitu PT Indomarco Prismatama dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
PT Indomarco Prismatama menyokong CMRY sebesar Rp1,72 triliun atau porsinya 16% dari total penjualan bersih konsolidasian. Sebelumnya, perusahaan tersebut menyokong sebesar Rp1,8 triliun.
Kemudian, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menyokong sebesar Rp1,51 triliun atau 14% dari total penjualan bersih konsolidasian. Tahun sebelumnya, AMRT menyokong sebesar Rp1,38 triliun.
“Sepanjang tahun 2025, Cimory berhasil mencatatkan kinerja positif yang didukung oleh inovasi produk, perluasan saluran distribusi dan pasar ekspor, serta peningkatan efisiensi operasional,” jelas Direktur Utama PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Farell Grandisuri Sutantio dari siaran pers yang terbit di laman keterbukaan informasi BEI hari ini.
Kenaikan pendapatan juga diiringi oleh kenaikan beban pokok penjualan. Pada tahun 2025, CMRY mencatat beban tersebut membengkak 18,75% menjadi sebesar Rp5,86 triliun dari Rp4,94 triliun.
Hasilnya, perseroan meraih laba bruto (kotor) sebesar Rp4,85 triliun pada tahun 2025. Laba bruto tersebut meningkat 18,88% dari sebelumnya sebesar Rp4,08 triliun pada tahun 2024.
Sejumlah beban terpantau dinamis. Adanya peningkatan di pos beban penjualan dan pemasaran hingga 7,42% menjadi Rp2,36 triliun dari Rp2,20 triliun. Kemudian, beban lain-lain – bersih juga membengkak lebar hingga Rp19,65 miliar dari Rp1,84 miliar.
Namun, CMRY berhasil menekan beban umum dan administrasi hingga 3,62% menjadi Rp200,75 miliar pada tahun 2025. Sebelumnya, beban tersebut meningkat di Rp208,31 miliar pada tahun 2024.
Setelah dipangkas oleh aneka beban, maka CMRY berhasil menorehkan laba usaha sebesar Rp2,26 triliun pada tahun 2025. Pos laba usaha tersebut meroket 35,76% dari sebelumnya sebesar Rp1,67 triliun pada tahun 2024.
Dari sisi neraca, CMRY mempertahankan total aset sebesar Rp8,74 triliun pada tahun 2025. Pos tersebut meningkat 6,70% dari Rp8,19 triliun pada tahun 2024. Dari sisi arus kas, perseroan memiliki kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp1,90 triliun dari Rp1,72 triliun. Sehingga diperkirakan perseroan mampu melakukan ekspansi bisnis.
Namun, total liabilitas perseroan melebar ke Rp1,95 triliun pada tahun 2025. Pos liabilitas membengkak 35,91% dari Rp1,43 triliun pada tahun 2024. Direktur Keuangan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Martua Parningotan Sihaloho menjelaskan, kenaikan liabilitas berasal dari utang usaha dan utang pajak.
“Peningkatan utang usaha disebabkan oleh peningkatan volume pembelian bahan baku dari pemasok sejalan dengan peningkatan produksi. Peningkatan utang pajak sejalan dengan peningkatan laba perusahaan,” jelas Martua dari laman keterbukaan informasi BEI hari ini.
Sedangkan, CMRY juga telah meningkatkan total ekuitas ke Rp6,78 triliun pada tahun 2025. Pos tersebut menguat tipis 0,48% dari Rp6,75 triliun pada tahun 2024.
Pada perdagangan Jumat sore, saham CMRY ditutup menguat tipis 0,49% ke Rp5.175 dari Rp5.150, melansir dari aplikasi IDX Mobile pada pukul 16.10 WIB. Nilai kapitalisasi pasar CMRY menembus Rp41 triliun, dengan volume transaksi sebanyak 4,89 juta saham.
Aplikasi IDX Mobile juga mencatat, CMRY juga telah diperdagangkan alias frekuensi transaksinya menembus 2.359 kali. Sedangkan nilai transaksi saham CMRY telah mencapai Rp25,43 miliar.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.