Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Bukukan Kenaikan Laba Bersih Rp4 Triliun, Melonjak 32% di 2025

Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Bukukan Kenaikan Laba Bersih Rp4 Triliun, Melonjak 32% di 2025

Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp4 triliun pada 31 Desember 2025. Laba bersih perseroan tumbuh signifikan hingga 32,63% dari Rp3,01 triliun pada 31 Desember 2024.

Kenaikan laba bersih juga disertai dengan peningkatan penjualan bersih sebesar Rp60,71 triliun pada tahun 2025. Dibandingkan sebelumnya, JPFA mencatat kenaikan hingga 8,81% dari Rp55,80 triliun pada tahun 2024.

Penjualan tahun 2025 sebagian besarnya disokong oleh peternakan komersial, pakan ternak serta pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen. Rinciannya, segmen peternakan komersial tercatat meningkat sebesar Rp24,51 triliun dari Rp23,03 triliun.

Kemudian, segmen pakan ternak juga meningkat sebesar Rp15,78 triliun dari Rp14,67 triliun. Segmen pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen pun meningkat sebesar Rp10,64 triliun dari Rp8,89 triliun.

Selebihnya, terjadi peningkatan di sejumlah segmen seperti budidaya perairan sebesar Rp5,13 triliun dari Rp4,77 triliun. Kemudian, pembibitan unggas sebesar Rp3,54 triliun dari Rp3,27 triliun. Serta perdagangan dan lain-lain sebesar Rp2,3 triliun dari Rp2,09 triliun.

Totalnya menjadi Rp61,92 triliun pada tahun 2025, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp56,75 triliun. Namun, JPFA mencatatkan adanya kenaikan potongan penjualan sebesar Rp1,21 triliun dari Rp957,01 triliun. Hasilnya, ini turut mempengaruhi penjualan perseroan sebesar Rp60,71 triliun dari Rp55,80 triliun.

Secara geografis, penjualan produk-produk JPFA masih didominasi secara lokal pada tahun 2025. Namun, penjualan ekspor turut meningkat di tahun tersebut. Rinciannya, penjualan ekspor tercatat sebesar Rp59,37 triliun dari Rp54,83 triliun. Sedangkan penjualan ekspor tercatat sebesar Rp1,33 triliun dari Rp962,51 miliar.

“Penjualan neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, yang dilakukan dengan pihak berelasi masing-masing sebesar 0,74% dan 0,23% dari penjualan neto konsolidasian,” terang manajemen Japfa Comfeed Indonesia Tbk dari laporan keuangan tahunan yang terbit di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 Februari 2026.

Siapa saja pihak-pihak berelasi yang mendorong penjualan bersih JPFA? Perseroan mencatat, mereka adalah PT Griya Mitra Poultry yang menyumbang Rp338,18 miliar. Perusahaan tersebut baru tercatat di laporan keuangan tahunan pada tahun 2025. Kemudian, PT Cahaya Gunung Food sebesar Rp63,38 miliar dari Rp72,01 miliar.

Berikutnya, PT Greenfields Indonesia sebesar Rp26,85 miliar dari Rp38,40 miliar, Japfa Comfeed Myanmar Pte. Ltd sebesar Rp14,98 miliar dari Rp10,92 miliar, dan PT Intan Kenkomayo Indonesia sebesar Rp3,09 miliar dari Rp3,64 miliar.

Selanjutnya, Japfa Comfeed India Pte. Ltd sebesar Rp419 juta dari Rp248 juta, dan PT Kona Bay Indonesia sebesar Rp291 juta dari Rp307 juta. Namun, perseroan mencatat bahwa Japfa Comfeed Vietnam Pte. Ltd tidak tercatat sebagai penyokong pendapatan perseroan pada 2025, sebelumnya sebesar Rp675 juta pada tahun 2024.

Kenaikan pendapatan juga diimbangi dengan membengkaknya beban pokok penjualan yang tercatat hingga 6,60%. JPFA mencatat, nilainya menjadi sebesar Rp47,52 triliun pada tahun 2025 dari Rp44,58 triliun pada tahun 2024.

Karena itu, beban tersebut membuat laba bruto (kotor) perseroan meningkat 17,59% menjadi sebesar Rp13,19 triliun pada tahun 2025. Sebelumnya, JPFA mencatat laba kotor sebesar Rp11,21 triliun pada tahun 2024.

Sebagian beban terpantau meningkat pada tahun 2025. Dimulai dari beban penjualan dan pemasaran sebesar Rp2,69 triliun dari Rp2,25 triliun. Kemudian, beban umum dan administrasi sebesar Rp4,34 triliun dari Rp3,75 triliun. Namun, beban lainnya berhasil ditekan sebesar Rp251,08 miliar dari Rp370,77 miliar.

JPFA juga mencatat, pos pendapatan lainnya meningkat sebesar Rp287,55 miliar dari Rp210,20 miliar. Namun, JPFA juga mengalami kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset biologis sebesar Rp2,60 miliar, dari yang sebelumnya untung di Rp9,10 miliar.

Pos-pos tersebut ikut berdampak terhadap laba usaha perseroan pada tahun 2025. JPFA mencatat, laba usaha pada tahun 2025 sebesar Rp6,18 triliun. Pos ini melesat 22,16% dari sebelumnya sebesar Rp5,06 triliun pada tahun 2024.

Dari sisi neraca, JPFA mencatat terjadi kenaikan total aset hingga 15,56% menjadi Rp40,06 triliun pada tahun 2025. Sebelumnya, total aset perseroan sebesar Rp34,66 triliun pada tahun 2024.

Namun, total liabilitas JPFA juga membengkak hingga 10,76% menjadi Rp20,04 triliun pada tahun 2025. Padahal sebelumnya, perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp18,09 triliun pada tahun 2024.

Terakhir, JPFA berhasil mempertahankan ekuitas bersih sebesar Rp20,01 triliun pada tahun 2025. Pos ekuitas tersebut meroket 20,80% dari sebelumnya sebesar Rp16,57 triliun pada tahun 2024.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag