Racikan Arfadia Mempopulerkan Kampanye BPJS Ketenagakerjaan
PT Arfadia Digital Indonesia berhasil meraih Best Social Media Agency Award dari MIX Marketing Communications untuk pengelolaan media sosial (medsos) BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, kampanye yang sama juga meraih predikat The Most Engaged Brand dalam program Indonesia Most Engaged Brand, untuk kategori social media.
Pencapaian ini menarik karena BPJS Ketenagakerjaan bukanlah brand komersial dengan budget pemasaran yang besar seperti halnya perusahaan barang-barang konsumsin (FMCG) atau telekomunikasi. Ini adalah lembaga pemerintah yang mengelola jaminan sosial untuk jutaan pekerja Indonesia. Membuat konten media sosial yang memikat untuk topik jaminan sosial, yang secara alami cenderung teknis dan "berat" - jelas bukan pekerjaan mudah.
"Tantangan terbesar bukan di produksi konten, tapi di bagaimana membuat topik seperti Jaminan Hari Tua atau Jaminan Kecelakaan Kerja menjadi sesuatu yang relevan dan menarik untuk scroll social media generasi muda," ujar Tessar Napitupulu, Founder dan CEO Arfadia pada keterangannya yang dikutip SWA.co.id di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Strategi di Balik Kampanye
Apa yang membuat kampanye digital BPJS Ketenagakerjaan ini menonjol di antara ratusan kampanye komunikasi lainnya? Menurut Tessar, kuncinya terletak pada pendekatan yang tidak sekadar informatif, tetapi juga interaktif.
Tim Arfadia membangun strategi social media BPJS Ketenagakerjaan dengan menggabungkan beberapa elemen. Pertama, konten edukasi yang dikemas dalam format visual dan bahasa yang mudah dicerna, menghindari jargon birokrasi yang biasanya menghiasi komunikasi lembaga pemerintah. Kedua, engagement strategy yang mendorong interaksi dua arah, bukan sekadar broadcast informasi satu arah. Ketiga, pendekatan community management yang memastikan setiap pertanyaan dan keluhan peserta di media sosial ditanggapi secara responsif.
Hasilnya, akun media sosial BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah pengikutu atau followers, tetapi yang lebih penting, engagement rate-nya meningkat signifikan. Ini yang kemudian dinilai oleh dewan juri MIX/SWA sebagai bukti bahwa pendekatan digital yang tepat bisa membuat lembaga pemerintah lebih dekat dan relevan di mata masyarakat.
Konteks: Digitalisasi Komunikasi Lembaga Publik
Kemenangan kampanye BPJS Ketenagakerjaan ini sejalan dengan tren yang makin menguat di Indonesia: semakin banyak lembaga pemerintah dan BUMN yang menyadari pentingnya kehadiran digital yang profesional. Tidak cukup lagi sekadar membuat akun Instagram atau Twitter, lembaga publik kini membutuhkan strategi konten yang terencana dan eksekusi yang konsisten.
Tren ini terbaca jelas dari ajang MIX/SWA . Dalam beberapa tahun terakhir, nominasi dan pemenang tidak lagi didominasi oleh brand FMCG atau telekomunikasi. Sektor finansial, kesehatan, dan lembaga publik mulai menunjukkan mitra digital yang tepat, mereka bisa bersaing di ranah engagement dengan brand-brand komersial.
Program Indonesia Most Engaged Brand yang digagas MIX Marketing Communications menjadi platform pengukuran yang relevan untuk menilai sejauh mana sebuah brand berhasil membangun interaksi bermakna dengan audiensnya di dunia digital. Bukan sekadar soal jumlah likes atau comments, tapi kualitas percakapan dan sejauh mana audiens merasa terhubung dengan brand.
Bagi Arfadia sendiri, pencapaian tersebut menjadi validasi bahwa agency digital lokal memiliki kapabilitas untuk menangani klien berskala nasional dengan standar yang diakui industri. Arfadia, yang berdiri sejak 2008, sebelumnya lebih dikenal di segmen SEO dan web development, dan keberhasilan mengelola social media BPJS Ketenagakerjaan hingga meraih penghargaan nasional menandai ekspansi kapabilitas mereka ke ranah social media management yang lebih luas.
Bagi BPJS Ketenagakerjaan, award ini membuktikan bahwa investasi dalam komunikasi digital berdampak nyata. Lembaga yang melayani puluhan juta peserta ini menunjukkan bahwa digitalisasi bukan cuma soal teknologi, tapi soal bagaimana berkomunikasi dengan bahasa yang dipahami masyarakat.
Dan bagi industri marketing communications secara keseluruhan, kasus ini menjadi contoh menarik bahwa brief yang "sulit", seperti mengelola media sosial di lembaga jaminan sosial, justru bisa menghasilkan karya yang menonjol, asalkan dieksekusi dengan strategi yang tepat dan pemahaman mendalam terhadap audiens.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.