Akulaku Finance Memangkas DER, Menjajaki Ekspansi di 2026

Akulaku Finance Memangkas DER, Menjajaki Ekspansi di 2026
(Kiri ke kanan) Direktur Teknologi Informasi Akulaku Finance Edy Salim, Presiden Direktur Akulaku Finance Perry Barman Slangor, dan Direktur Kepatuhan Akulaku Finance, Meyli Rita Rahmayanti Siburian di acara media gathering di Jakarta pada Kamis (5/3/2026). Foto: Nadia K. Putri/SWA

PT Akulaku Finance Indonesia (AFI) memaparkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) tetap terjaga di 1,83 kali pada kuartal IV/2025, lebih rendah dari sebelumnya 2,5 kali pada kuartal IV/2024.

“Ini menunjukkan bahwa masih ada ruang bertumbuh untuk ekspansi lebih lanjut. Dalam hal ini juga berhasil mengoptimalkan biaya dana, cost of fund, melalui diversifikasi pendanaan,” jelas Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor saat pemaparan di acara media gathering di Jakarta pada Kamis (5/3/2026).

Perry merincikan perusahaan akan melakukan ekspansi wilayah pada tahun ini. Sebab selama ini, Akulaku Finance masih berkutat bisnis pinjaman daring (pindar) untuk konsumer di wilayah Jabodetabek dan Pulau Jawa, yang porsinya hingga 68%.

“Pada dasarnya kami punya peluang untuk lebih jauh ekspansi di luar Jawa. Jadi 32% masih di luar Jawa. Kami juga berupaya mencoba bagaimana bisa meningkatkan porsi ini supaya lebih seimbang,” lanjut Perry.

Berdasarkan data Akulaku Finance, terdapat lima provinsi berdasarkan basis pengguna. Basis pengguna terbesar berasal dari Jawa Barat, dengan jumlah pengguna sekitar 7,9 juta orang. Kemudian, disusul Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten.

Dari sisi demografi, pengguna Akulaku Finance kebanyakan berasal dari kelompok generasi Z dan milenial (usia 22-29 tahun) dengan porsi 38,5% atau 9,6 juta orang. Kemudian, kelompok dari usia 30-39 tahun sebanyak 24,6% atau 6,4 juta.

Selebihnya, berasal dari kelompok generasi Z (usia 18-21 tahun) sebanyak 21,5%, kelompok usia 40-49 tahun sebanyak 12% dan kelompok usia di atas 50 tahun sebanyak 3,3%.

Dari sisi tujuan transaksi, nasabah Akulaku Finance cenderung menggunakan pindar tersebut untuk kebutuhan sehari-hari dan berbelanja di platform e-commerce. Sehingga tenor pinjaman yang diambil bersifat jangka pendek, dengan periode sekitar hingga 12 bulan.

Untuk terus meningkatkan porsi nasabah di luar Jawa, Akulaku Finance masih terus memanfaatkan ekosistem teknologi keuangannya dengan memperkuat pindar Akulaku di platform e-commerce.

Selain itu, Akulaku Finance berencana untuk kolaborasi dengan Grup MUFCG, termasuk PT Bank Danamon Tbk (BDMN). Adapun, Akulaku Finance menargetkan pertumbuhan nasabah hingga 25,21 juta orang pada tahun 2026. Selain itu, perusahaan juga menargetkan nilai disbursement hingga Rp7,44 triliun, dengan capaian NPF net sebesar 1,12%.

Dari sisi pembiayaan, Akulaku Finance menargetkan pembiayaan sebesar Rp8,2 triliun pada tahun 2026, dari sebelumnya Rp7,4 triliun pada 2025 dan Rp6,03 triliun pada tahun 2024. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag