Industri Asuransi Kesehatan Makin Matang, Zurich Dorong Inovasi dan Perluas Akses Proteksi

Memasuki 2026, industri asuransi Indonesia berada dalam fase penting. Implementasi regulasi baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memperkuat tata kelola, transparansi, serta praktik manajemen risiko di industri ini.

Sejalan dengan proyeksi OJK yang memperkirakan pertumbuhan aset asuransi pada 2026 berada di kisaran 5–7%, Zurich Indonesia menegaskan kesiapan untuk menjadi salah satu penggerak transformasi industri melalui inovasi proteksi kesehatan dan perluasan akses asuransi. Perusahaan melihat segmen asuransi kesehatan memasuki fase pertumbuhan yang semakin matang.

“Kami melihat industri asuransi kesehatan memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang, didukung oleh regulasi yang semakin kuat dan meningkatnya literasi masyarakat. Momentum awal tahun hingga Ramadhan-Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk mendorong inovasi dan memperluas akses proteksi agar semakin banyak keluarga Indonesia terlindungi secara berkelanjutan,” ujar Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Pengamat Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai prospek industri asuransi pada 2026 tetap menjanjikan. Hal ini ditopang oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi serta kebutuhan proteksi yang terus berkembang.

Menurutnya, fundamental industri asuransi Indonesia juga semakin menguat, tercermin dari peningkatan aset yang dikelola. Penguatan regulasi dan peningkatan pengawasan turut mendorong praktik tata kelola yang lebih baik sehingga berkontribusi pada peningkatan kepercayaan publik.

“Dinamika risiko kesehatan dan ekonomi global juga membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya memiliki proteksi yang menyeluruh. Hal ini akan berkontribusi positif terhadap peluang ekspansi industri asuransi pada 2026,” ujar Nailul.

Kinerja perlindungan kesehatan Zurich

Kinerja perlindungan kesehatan Zurich menunjukkan peningkatan signifikan pada Januari 2026. Di lini konvensional, produk asuransi kesehatan kelompok Medicillin mencatat pertumbuhan gross written premium (GWP) sebesar 40% secara year-on-year (yoy).

Asuransi kesehatan individu, Zurich Optimal Health Assurance (ZOHA), juga mencatat penguatan GWP dengan pertumbuhan lebih dari 20% yoy. Selain itu, produk perlindungan penyakit kritis Zurich Critical Care (ZCC) turut mendapat respons positif dari masyarakat sejak diluncurkan pada awal tahun ini.

“Kinerja produk asuransi kesehatan Zurich menunjukkan tren yang positif, didorong oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap proteksi. Oleh karena itu, kami memperkuat ZOHA sebagai solusi proteksi kesehatan yang komprehensif sekaligus fleksibel, serta menghadirkan Zurich Critical Care (ZCC) sebagai pelengkap perlindungan penyakit kritis yang ringkas namun menyeluruh,” kata Direktur PT Zurich Topas Life (Zurich Life), Fred Chan.

Di lini syariah, Zurich menegaskan komitmennya dalam mendorong inklusi asuransi kesehatan melalui solusi mikro dengan manfaat yang lebih spesifik dan kontribusi yang terjangkau. Produk asuransi kesehatan mikro — yang terdiri atas Mikro Demam Berdarah, Mikro Tifus, dan Mikro Hospital Cash Plan — mencatat pertumbuhan kuat lebih dari 40%.

Untuk memperluas inklusi hingga ke ekosistem keluarga dan pendidikan, Zurich Syariah juga memperkenalkan program beasiswa berproteksi (Perlindungan Diri Pelajar). Program ini berfungsi sebagai door-opener untuk memperkenalkan konsep proteksi syariah sejak dini sekaligus menumbuhkan kepercayaan terhadap produk asuransi yang sederhana namun relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

“Kami melihat momentum pertumbuhan ini sebagai cerminan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan yang sesuai dengan prinsip syariah, guna memberikan ketenangan finansial bagi keluarga. Produk mikro syariah menjadi solusi inklusif karena menghadirkan perlindungan dengan kontribusi terjangkau serta proses yang sederhana,” ujar Direktur Utama PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah), Hilman Simanjuntak. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag