ITX 2026: Saatnya Investor dan Operator Membaca Peluang Hospitality Indonesia

ITX 2026 akan digelar di The Langham, Jakarta

Kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi fase baru pertumbuhan pariwisata nasional. Melalui Indonesia Tourism Xchange 2026 (ITX 2026), para pemilik hotel, operator, investor, dan pengambil keputusan akan dipertemukan dalam satu forum strategis untuk membaca peluang serta merumuskan arah pengembangan industri.

ITX 2026 akan diselenggarakan pada 12 Mei 2026 di The Langham, Jakarta, digelar oleh Horwath HTL, C9 Hotelworks, STR, QUO Global, Greenview, dan Delivering Asia bersama Langham Hospitality Group, dengan dukungan Jakarta Hotels Association, PHRI Indonesia, dan Bali Hotels Association.

ITX 2026 dirancang merefleksikan karakter unik pariwisata Indonesia sekaligus menjawab perubahan kebutuhan wisatawan, brand global, dan investor. Forum ini akan dibuka dengan pembahasan iklim investasi dan prospek pariwisata 2026, sebelum berlanjut ke isu strategis seperti luxury hospitality, kinerja bisnis, teknologi, dan keberlanjutan.

Sherona Shng, Regional Vice President Operations Asia, Langham Hospitality Group, menilai redefinisi kemewahan di Indonesia kini tidak lagi semata ditentukan oleh skala atau kemegahan fasilitas.

Luxury hospitality semakin ditopang oleh kecerdasan budaya, personalisasi layanan, serta kedekatan emosional dengan destinasi. “Wisatawan luxury yang datang ke Indonesia tidak mencari replika hotel global,” kata Sherona Shng dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Rabu (11/3/2026).

Ia menambahkan, mereka mencari makna, konteks, dan pengalaman yang mencerminkan karakter destinasi. Brand yang berhasil adalah mereka yang mampu memahami kompleksitas budaya Indonesia dan menghadirkan pengalaman yang terasa personal, bukan seragam.

Kinerja hotel dan dinamika permintaan menjadi fokus dalam agenda ITX 2026, termasuk performa aset upper-upscaledan luxury di destinasi resort maupun kota besar di tengah perubahan tren pasar.

Matt Gebbie, Director Pacific Asia, Horwath HTL, menilai prospek pariwisata Indonesia pada 2026 tetap menjanjikan, namun membutuhkan strategi yang lebih terukur. “Peluang Indonesia bukan sekadar pertumbuhan, tetapi pertumbuhan yang cerdas,” ujarnya.

Hotel luxury kini menghadapi ekspektasi lebih tinggi dari sisi kinerja, pengembalian investasi, dan diferensiasi. Memahami destinasi dan segmen yang tepat menjadi kunci bagi investor dan operator.

Selain itu, ITX 2026 juga mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari teknologi hospitality, strategi keberlanjutan, kepemimpinan industri, hingga transisi kepemilikan aset.

Desain hotel yang berakar pada konteks budaya lokal pun menjadi sorotan, mencerminkan pergeseran menuju pengembangan hospitality yang lebih kontekstual, berkelanjutan, dan selaras dengan karakter unik Indonesia.

Seiring semakin matangnya industri pariwisata Indonesia dan bergesernya konsep kemewahan menuju pengalaman yang lebih autentik, ITX 2026 diharapkan menjadi forum industri tahunan yang menghadirkan perspektif strategis tentang kinerja bisnis, peluang investasi, dan arah pengembangan brand di salah satu pasar pariwisata paling dinamis di Asia. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag